Peranan Gunung bagi Masyarakat pada Masa Klasik Akhir di Kawasan Sumedang
Published :
Oleh: Nanang Saptono

Cosmogony Concept in Brahma and Buddhism are expresses that centre of the universe are the Mahameru. The implementation of this concept are exalting of the mountain. The Sumedang society in the late classical period look into Tampomas as a holy mountain. The settlement people reside in north side till east of the Mount Tampomas. At a period of Islam coming in Sumedang, hill or mount around settlement location be equalled with a holy mountain.

Konsep kosmogoni dalam ajaran Brahma dan Buddha menyatakan bahwa alam semesta berpusat pada Mahameru. Implementasi konsep ini terdapat pada pengagungan terhadap gunung. Masyarakat masa klasik akhir di Sumedang memandang Gunung Tampomas sebagai gunung suci. Pemukiman masyarakat berada di sisi utara hingga timur Gunung Tampomas. Pada masa Islam masuk di Sumedang, gunung atau bukit di sekitar lokasi pemukiman disamakan dengan gunung suci.

Pendahuluan

Gunung merupakan unsur alam yang sangat penting dalam konsep kehidupan manusia. Karena begitu pentingnya gunung bagi kehidupan, Bhatara Guru perlu memerintahkan yaksa untuk memindahkan Gunung Mahameru di Jambudwipa ke Jawadwipa. Pemindahan ini dilakukan karena Pulau Jawa diombang-ambingkan ombak samudra. Setelah gunung itu berhasil dipindahkan, Parameswara memerintahkan seluruh dewa untuk memujanya (Pigeaud, 1924: 129).