Penelitian Hunian Gua Putri, Kabupaten Ogan Komering Ulu
Published :

P
emanfaatan ruang oleh manusia di masa lalu merupakan hal penting dalam mengkaji arkeologi pemukiman.

Setiap kegiatan manusia selalu menempati suatu ruang tertentu. Segala tingkah laku manusia di dalamnya akan ditentukan oleh berbagai unsur keruangan. Unsur keruangan itu terdiri dari artefak, bahan baku, fitur, tempat sumber bahan baku (resources spaces) dan manusia (population) yang mendayagunakan dan mengatur unsur-unsur tersebut.

Lokasi gua Putri terletak pada daerah perbukitan karst, di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU ), Propinsi Sumatera Selatan. Untuk sampai ke lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 35 km dari Kota Baturaja. Secara Astronomis letak situs berada pada posisi koordinat 04.008?998 LS dan 103055?802?BT.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui ekskavasi di sektor mulut gua, di dekat teras sungai, serta ceruk di depan gua nampaknya data artefaktual banyak ditemukan di depan mulut gua yang berada di sebelah kiri tangga masuk wisatawan. Sedangkan pada beberapa tempat seperti dekat teras sungai dan di ceruk gua nampak bahwa tempat-tempat tersebut tidak dipilih oleh pendukung budaya gua untuk bertempat tinggal maupun tempat beraktivitas. Hal ini nampak dari beberapa kali tes pit yang kita adakan di luar gua dan di ceruk gua, seperti Kotak K- 4, K- 5, K-6 dan K-7, K-8, yang kita gali sampai kedalaman 2 m tidak menampakkan adanya bukti-bukti artefaktual.

Hal ini berbeda dengan kotak K3, yang berada di dekat pintu masuk gua menunjukkan bahwa gua ini pernah dihuni pada masa prasejarah, dan manusia gua ini hidup dengan mengkomsumsi kerang sebagai makanan utamanya, namun ada juga sebagian kecil tulang hewan yang dikonsumsinya hal ini terlihat dari beberapa fragmen tulang yang terbakar. Selain kerang dimanfaatkan untuk makanannya ada beberapa bagian juga dimanfaatkan sebagai peralatan seperti alat serut.

Sehubungan dengan pengolahan makanan tidak dapat dilepaskan juga dengan peralatan yang digunakan untuk mendukung aktivitas tersebut. Hal ini terbukti dari temuan alat-alat batu yang sebagian besar berupa serut, serpih bilah, beberapa batu inti (bahan dasar alat), tatal-tatal (serpihan) batu, batu dipangkas (limbah pembuatan alat), dan calon-calon alat. Berdasarkan temuan alat-alat batu tersebut menunjukkan bahwa penghuni gua sudah menggunakan berbagai jenis bahan batuan untuk pembuatan alatnya seperti, gamping kersikan, batu rijang, fosil kayu, serta obsidian, dan kerang.

Selain ditemukannya artefak litik, ditemukan juga fragmen gerabah hias dan polos yang menggunakan tehnik roda putar yang dipadukan dengan tehnik tatap pelandas dan di kotak K-3 tersebut, ditemukan komponen fragmen manusia sebanyak 3 individu antara lain berupa komponen fragmen tengkorak, gigi, geraham , ruas tulang jari, fragmen tempurung kaki dll.

Berdasarkan ciri-ciri budaya, baik teknologi,tipologi,maupun cara-cara hidup nampak bahwa sector gua Putri I khususnya di dekat mulut merupakan tempat yang dipilih untuk beraktivitas dan bertempat tinggal, sedangkan di teras sungai dan di ceruk ternyata bukan merupakan pilihan yang ideal untuk dihuni.

Daftar Istilah:

1. Krast: daerah yg terdiri atas batuan kapur yg berpori sehingga air di permukaan tanah selalu merembes dan menghilang ke dl tanah

2. Tes Pit: Percobaan untuk mengetahui susunan lapis tanah, jenis tanah, kandungan di dalam tanah sampai kedalaman tertentu.

3. Artefak Litik: Alat temuan jaman prasejarah berupa batu.

*Penelitian dilakukan pada tgl 2-13 Juni 2008 diketuai oleh Kristantina Indriastuti, S.S dengan anggota tim Dr Harry Widianto, Sondang M.S, Armadi ST, Aminah B.A. Sigit Eko Prasetyo S.Hum. | Sumber tulisan: arkeologi.palembang.go.id