Candi Kidal (Kidal Temple)
Published :

P
ada tiap-tiap sisi kaki candi kidal dipahat fragmen ceritera Garudeya yaitu ceritera yang melambangkan kebebasan. Di sisi kaki candi sebelah selatan digambarkan seekor garuda dan para naga, sebelah timur garuda membawa guci amarta dan di sebelah utara garuda bersama ibunya yaitu sang Winata.

Bilik candi terdapat pada badan candi dan di bagian atas pintu masuk bilik candi dihiasi kepala kala. Hiasan kepala kala dijumpai pula di atas relung-relung yang ada di sisi selatan, timur dan utara badan candi.

Atap candi Kidal dihiasi motif tumpal, artefik dan pelipit-pelipit. Bangunan candi Kidal dikelilingi susunan batur yang berfungsi sebagai pagar. di candi Kidal pernah ditemukan patung perwujudan raja kedua Singgasari yaitu raja Anusapati sebagai Siwa Mahadewa. Patung tersebut sekarang berada di Museum Royal Tropical Institute di Negeri Belanda.

Candi Kidal didirikan pada tahun 1260 Masehi bertepatan dengan 12 tahun sesudah wafatnya raja Anusapati. Menurut Nagarakertagama, candi Kidal berfungsi sebagai tempat pendharmaan raja Anusapati yang wafat pada tahun 1248 Masehi.

Dari adanya pahatan relief Garudeya yang berasal dari Parwa I KItab Mahabarata (Adiparwa) dan adanya patung perwujudan Siwa Mahadewa maka dapatlah diketahui bahwa candi Kidal bersifat Hindu.

Lokasi

Desa : Rejokidal,

Kecamatan : Tumpang,

Kabupaten : Malang,

Jawa Timur

Bahan dan Ukuran

Bahan: Batu Andesit

Panjang : 10,80 meter

Lebar : 7,40 meter

Tinggi : 12,26 meter

Candi Kidal pernah dipugar pada tahun 1986-1990. Hasil pemugarannya seperti yang dapat kita lihat pada saat sekarang.