Sejarah Bumi dalam Skala Waktu Geologi
Published :

S
kala waktu Geologi membagi sejarah bumi menjadi beberapa bagian berdasarkan perubahan penting dilihat dalam catatan geologi. Interval terbesar adalah ribuan tahun dengan masing-masing periode yang terdiri dari jutaan tahun lamanya.

Beberapa ahli geologi berpendapat bumi mulanya terbentuk kira-kira 4.56 Miliar tahun lalu, bersamaan dengan planet-planet lainnya dalam sistem tata surya. Bumi masih tanpa oksigen waktu itu, yang akan dijumpai adalah lautan magma dan tanah yang membara dengan udaranya yang beracun.
Mungkin sesekali akan ada meteor yang menabrak bumi hingga menyebabkan ledakan vulkanis yang dahsyat. Salah satu tabrakan yang sangat besar bahkan telah bertanggung jawab untuk memiringkan Bumi yang kemudian membentuk bulan.
Seiring waktu, planet kita itu mulai dingin dan membentuk kerak padat, bisa jadi air mulai ada di permukaan akan tetapi, belum ada kehidupan.
Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi berdasarkan studi dari jenis batuan, bentuk bumi, dan fitur-fiturnya. Para geolog membantu kita menceritakan kisah evolusi bumi dengan “membaca” lapisan batuan karena setiap jenis batuan memiliki karakteristik yang unik.
Dalam melakukannya mereka telah memetakan skala waktu geologi yang membagi sejarah bumi menjadi beberapa segmen waktu berdasarkan perubahan biologis besar yang terjadi selama rentang waktu 4,5 Miliar tahun.
Usia Bumi menurut ilmu geologi adalah sekitar sepertiga dari usia alam semesta, dimana sejumlah besar perubahan biologis dan geologis telah terjadi pada rentang waktu itu.
Pendapat ini sedikitnya didasarkan pada hasil penelitian formasi batuan yang paling tua yang telah diperkirakan berumur4.54 miliar tahun yang lalu dengan menggunakan metode ‘ radiometric dating’.
Materi awal yang ditemukan di tata surya Bumi diperkirakan 4,5672 Milyar Tahun Yang Lalu. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa bumi harus terbentuk sekitar waktu itu.
Lempeng Tektonik adalah segmen keras dari kerak bumi yang mengapung di atas astenosfer yang panas dan cair. Sekarang bumi memiliki enam lempeng besar: Afrika, Amerika selatan, Amerika Utara, Eurasia, Hindia Australia, dan Pasifik
Bumi menjadi planet yang sangat dinamis; gunung-gunung baru bermunculan, lainnya meletus dan melebur bebatuan lama, menutupinya dengan lapisan baru.
Pembentukan dan perubahan dari lapisan atas bumi yang berlangsung terus menerus ini ikut serta merekonstruksi batuan lama. Sehingga teori mengenai usia bumi yang dikemukakan para ahli geologi dengan menggunakan metode tersebut, masih dianggap sebagai usia teoretis bumi.
Hingga kini para ahli masih terus bekerja keras agar dapat memberitahukan kepada kita secara pasti kapan tepatnya bumi terbentuk atau sudah berapakah usia bumi yang sesungguhnya.