Askiya; Seni Berkelakar Orang Uzbekistan
Published :

P
ada daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia UNESCO (the Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity), kita akan dapati Askiya yang berasal dari Uzbekistan. Askiya adalah jenis tradisi lisan, tepatnya seni berkelakar atau bergurau.

Askiya dikatakan sebagai salah satu genre dari tradisi lisan rakyat Uzbek. Seni yang mengambil bentuk dialog antara dua atau lebih peserta yang harus fasih dalam berdebat dan bertukar kelakar sekitar tema tertentu.

Dialog yang terjadi, meski pun lucu, memainkan peran yang sangat berharga dalam meningkatkan kesadaran pada isu sosial dan atau peristiwa yang terjadi. Tema-tema Askiya memang cenderung berkisar pada permasalahan kehidupan sehari-hari

Gelaran Askiya sering dilakukan dalam ruang lingkup perayaan-perayaan rakyat, seperti ritual yang berhubungan dengan keluarga dan tradisi berkumpul yang diselenggarakan di desa-desa seluruh Uzbekistan

Ada dua jenis yang berbeda dari Askiya, yaitu “Maishiy askiya” (Askiya dalam kehidupan sehari-hari) dan “Sahnaviy askiya” (Askiya di atas panggung). Tradisi ini dilakukan terutama oleh laki-laki yang menguasai kekhasan bahasa dan mampu ber-improvisasi dengan menggunakan humor dan “olok-olok”

Ada lebih dari tiga puluh bentuk Askiya yang dikenal, termasuk Qofiya, Terma, Sayli, Safsata, Radif, Payrov, Okhshatdim, dan Gulmisiz. Meskipun masing-masing sesuai dengan persyaratan umum Askiya, jenis-jenis tersebut memiliki ciri khasnya tersendiri.
Askiya memang kerap menjadi ajang kontes kefasihan yang diatur terutama dalam bentuk dialog antara dua atau lebih peserta. Bahkan ada yang ditahbiskan sebagai seorang Askiya profesional dan walaupun kebanyakan amatir, tentu saja masing-masing sesuai tujuannya.

Pengetahuan dan keterampilan Askiya pada masa lalu dipercaya ditularkan secara lisan antara individu, kelompok, dan masyarakat berdasarkan metode pengajaran guru-murid dalam ruang lingkup seni tradisional

Askiya bagaimana pun bisa dikatakan sebagai refleksi perasaan dan kebebasan berpendapat dari rakyat Uzbek; identitas dan suksesi. Askiya pada tataran sederhananya mungkin bisa membuat orang terhibur dan tertawa. Namun jauh dari itu semua, Askiya adalah representatif dari budaya berpendapat

Askiya juga bisa memiliki komponen pendidikan yang kuat. Menggunakan humor untuk mengajar masyarakat menjadi lebih perhatian terhadap sekitarnya sehingga mampu menganalisis kelemahan dan kekurangan yang ada dalam kehidupan

Askiya kini diharapkan dapat terus mempromosikan kegembiraan, kebersamaan, memastikan komunikasi antara orang-orang, dan menyatukan perwakilan dari komunitas yang berbeda– terlepas dari usia dan latar belakang.

Dengan sejarah yang mengakar serta kekuatan untuk pengembangan budaya dan sosial, tradisi orang Uzbekistan ini, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, telah ditambahkan ke dalam Daftar Representatif UNESCO Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada akhir 2014 lalu.