Pakaian Nasional dan Tradisional Malaysia
Published :

M
alaysia merupakan suatu negara kerajaan dengan 13 negara bagian. Tiap-tiap wilayahnya memiliki pakaian tradisional yang berbeda-beda; gaya dan bahan yang berakar pada tradisi, status sosial, religi, dan upacara adat.

Umumnya kain yang sangat terkenal dan digemari masyarakat Malaysia adalah kain songket yang ditenun dengan menggunakan benang sutra dan emas. Untuk motif-nya sendiri jelaslah sangat beragam dan apabila dipakai mengagumkan bagi yang memandang

Berikut beberapa pakaian tradisional dan Nasional Malaysia:

Baju Sikap Lelaki

Baju Sikap ialah pakaian tradisional kerajaan raja di Kedah, Perlis dan Selangor. Baju ini juga disebut sebagai bahu mengan oleh orang Kedah, Trengganu dan Petani karena bentuk potongan dan cara memakainya yang berbeda

Baju Sikap dari Kelantan lebih panjang pada bagian leher dengan sebuah kancing, sedangkan Baju Sikap Kedah dan Selangor mempunyai belahan tengah dengan kancing sebatas pinggang sebanyak tujuh hingga sembilan

Baju Sikap umumnya terdiri dari jas, celana, baju dalam, tengkuluk, kain limar, dan ikat pinggang songket.

Baju Pahang

Baju Pahang atau kadang ada yang menyebutnya juga Baju Riau Pahang, berleher cekak musang dan seolah-olah menyerupai kebaya panjang. Pakaian ini juga cukup dikenal di Johor dan Trengganu. Di Trengganu, pakaian ini ada yang menyebutnya “Kebaya Turki”.

Pakaian Cik Siti Wan Kembang

Pakaiannya terdiri dari tiga helai kain yaitu kain kembar, kain sarung songket, selendang panjang dari songket–dipakai di atas bahu. Perhiasan yang dipakai biasanya tusuk sanggul, kalung, gelang dan pending.

Di Tangan kiri biasanya memegang keris yang melambangkan kuasa di dalam budaya Melayu.

Baju Kurung Cekak Musang

Baju kurung cekak musang mulai dikenal tahun 1930-an. Baju kurung Cekak musang yang lengkap terdiri dari baju, celana, sarung pendek, pengikat pinggang, dan tengkuluk.

Pada mulanya baju kurung cekak musang hanya dipakai oleh golongan istana, baik raja maupun kerabat kerajaan. Pada perkembangannya, kini, Baju Kurung Cekak musang mulai dipakai oleh orang kebanyakan.

Baju Kebaya Panjang

Baju kebaya panjang merupakan salah satu pakaian yang cukup lama–bisa dikatakan cukup tua–di Malaysia. Baju ini terdiri dari kebaya panjang dengan belahan yang diberi peniti

Baju Kebaya Panjang ini dipakai bersama dengan sarung. Umumnya dipakai di wilayah-wilayah dekat pantai barat semenanjung Malaysia, Pulau Pinang dan Perlis.

Baju Kurung

Baju Kurung merupakan pakaian tradisional Melayu yang paling banyak dipakai dan menjadi salah satu pakaian nasional Malaysia. Baju kurung terdiri dari Kebaya dan Sarung.

Kain Sarungnya diikat di pinggang kiri atau kanan yang disebut sebagai ombak mengalun. Sarung yang dimasukkan dalam badan, apabila ke luar rumah sarung tersebut dilengkupkan ke atas kepala seperti kain selubung atau tudung.

Baju Kurung Teluk Belanga

Baju lelaki ini dikenal dengan nama teluk belanga merupakan ciri khas dari pakaian Melayu yang biasanya akan dikenakan dalam acara-acara kebesaran. Baju ini konon diciptakan oleh Sultan Abubakar pada abad ke -18 ada juga yang mengatakan bahwa Baju tersebut memang khas dan kreasi Masyarakat Melayu..

Teluk Belanga kala itu merupakan salah satu pusat pemerintahan negeri Johor, sehingga Pakaian yang dikenakan dalam upacara resmi tersebut di Malaysia dikenal sebagai Baju Kurung Teluk Belanga

Baju kurung teluk Belanga di negeri Pahang dikenal sebagai baju Melayu yang juga populer di Trengganu, Kedah, Kelantan dan juga di sekitar pantai timur Sumatra. Baju Teluk Belanga juga cukup mashyur di Indonesia terutama di Kepulaua Riau yang notabennya memang ditinggali oleh orang-orang Melayu.