Categories Almanac

Aksara; Pengertian, Sejarah dan Bentuk

Aksara secara etimogis berasal dari bahasa Sanskerta yaitu akar kata “a-” ‘tidak’ dan “kshara” ‘termusnahkan’. Secara fungsi, aksara memang menjadi sesuatu yang kekal jika mendokumentasikan dan mengabadikan suatu peristiwa komunikasi dalam bentuk tulis.

Aksara secara etimogis berasal dari bahasa Sanskerta yaitu akar kata “a-” ‘tidak’ dan “kshara” ‘termusnahkan’. Secara fungsi, aksara memang menjadi sesuatu yang kekal jika mendokumentasikan dan mengabadikan suatu peristiwa komunikasi dalam bentuk tulis.

Aksara adalah suatu sistem simbol visual untuk mengungkapkan unsur-unsur yang ekspresif dalam suatu bahasa. Beda dengan Alfabet atau abjad yang merupakan tipe aksara berdasarkan klasifikasi lambang fonem vokal dan konsonan. Unsur-unsur yang lebih kecil yang terkandung dalam suatu aksara antara lain: grafem, huruf, diakritik, tanda baca, dsb.

Istilah lain untuk menyebut aksara adalah huruf atau abjad (bahasa Arab) yang dimengerti sebagai lambang bunyi (fonem) sedangkan bunyi itu sendiri adalah lambang pengertian. Berbeda dengan gambar, tapi gambar bisa menjadi aksara.

Piktografik antara lain aksara hieroglif Mesir, Tiongkok Purba; Ideografik antara lain aksara Tiongkok masa kemudian yang hasil goresannya tidak lagi dilihat melukiskan benda konkrit; Silabik antara lain menggambarkan suku-suku kata seperti nampak pada Dewanagari (Prenagari), Pallawa Jawa, Arab, Katakana dan Hiragana Jepang; Fonetik antara lain aksara Latin, Yunani, Cyrilic atau Rusia dan Gothik atau Jerman.

Abjad adalah sistem penulisan yang menuliskan semua fonem, kecuali vokal. Hampir semua tulisan-tulisan Semitik tergolong abjad, misalkan abjad Fenisia, abjad Arab, abjad Ibrani, dan abjad Suryani. Bangsa Yunani yang mengadopsi abjad Fenisia menambahkan beberapa lambang vokal ke dalam sistem tulisan mereka yang baru agar tidak terjadi ambiguitas. Sistem tulisan itu disebut alfabet dan menurunkan alfabet Latin, Sirilik, dsb.

Dalam bahasa Indonesia, istilah abjad juga bisa merujuk kepada huruf Alfabet. Masing-masing huruf menggambarkan satu bunyi atau lebih, contoh huruf e dapat menggambarkan bunyi e dalam kata bebek, e dalam kata senang atau e dalam kata tega. sedangkan Urutan abjad merupakan rangkaian huruf dari A hingga Z.

Huruf yang menggunakan satu grafem–yang disebut logogram atau logograf–untuk mewakili satu kata atau morfem, misalnya sebagian besar aksara Tionghoa dan Kanji Jepang,

Meskipun secara populer logogram sering dianggap serupa dengan ideogram dan piktogram, ada sedikit perbedaan antara ketiga istilah ini: logogram mewakili satu kata atau morfem, ideogram mewakili satu ide atau konsep, Pallawa, Dewanagari (Prenagari),Jawa, Arab. dll sedangkan piktogram adalah ideogram yang memiliki kemiripan dengan objek fisik yang diwakilinya.

Piktogram adalah suatu ideogram yang menyampaikan suatu makna melalui penampakan gambar yang menyerupai/meniru keadaan fisik objek yang sebenarnya. Piktograf juga digunakan dalam menulis dan sistem grafis. Ideogram adalah simbol grafis yang mewakili ide daripada sekelompok huruf.

Hieroglif Mesir merupakan kombinasi elemen logograf dan alfabet. Kebanyakan simbol atau bentuk hieroglif merupakan fonetis alam, yang berarti bahwa simbol tersebut dibaca dan dibuat sesuai dengan karakteristik visualnya. hieroglif memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai logogram. Logogram dapat ditemani dengan pelengkap fonetis.

“Setajam-tajamnya Ingatan manusia, lebih kekal catatan yang buram.”—Pepatah dari Cina