Categories Almanac

Periode Silurian, Lingkungan Alam Prasejarah

Periode Silurian berlangsung antara 443 juta tahun hingga 410 juta tahun yang lalu. Istilah Silurian diambil dari nama salah satu suku bangsa di wilayah Celtic; Silures. Walaupun diambil dari nama

Periode Silurian berlangsung antara 443 juta tahun hingga 410 juta tahun yang lalu. Istilah Silurian diambil dari nama salah satu suku bangsa di wilayah Celtic; Silures. Walaupun diambil dari nama salah satu suku di Celtic, kenyataannya, periode Silurian ini tidak berhubungan sama sekali dengan suku ataupun temuan arkeologi di daerah tersebut.

Rentang periode Silurian ini mungkin terdapat perbedaan di antara para ahli. Tapi pada umumnya dasar periode Silurian ditetapkan pada peristiwa kepunahan massal ketika hampir 60% dari mahluk laut punah.

Pada masa ini telah diketemukan ikan yang memili rahang dan juga memangsa hewan lainnya yang dipercaya sebagai salah satu sebab punahnya organisme laut periode sebelumnya.

Tonggak kehidupan evolusi Bumi lainnya adalah munculnya kehidupan di darat, seperti jenis lumut, Tumbuhan Vaskular dan jenis antropoda kecil. Disebut vaskular karena jenis tanaman itu telah menggunakan sistem tabung untuk memenuhi sirkulasi air dan juga nutrisi.

Tanaman Vaskular ini diperkirakan muncul sekitar 425 juta tahun yang lalu. Beberapa tumbuh lainnya diperkirakan telah hadir namun masih dalam ukuran yang kecil, mungkin hanya beberapa sentimeter, dan tidak cukup tinggi untuk dapat mencapai cahaya yang cukup dan sepertinya kurang mendapat dukungan dari angin untuk melepaskan spora agar bisa melakukan reproduksi.

Kendati demikian, tanaman yang terdapat di daratan pada periode ini sudah mempunyai sistem akar yang cukup, setidaknya sudah lebih dalam dari tanaman keluarga rhizoid.

Selain itu juga beberapa tanaman tampaknya sudah cukup kokoh untuk tumbuh di darat dan sudah mempunyai kelengkapan lebih dari cukup untuk mengolonisasi permukaan bumi. Contoh dari jenis tanaman vaskular yang masih sederhana adalah Cooksonia.

Antropoda diperkirakan merupakan binatang pertama yang telah dengan baik beradaptasi di darat. Antopoda yang hidup di darat muncul kurang lebih pada 420 juta tahun yang lalu. Temuan fosil dari jejak antropoda yang hidup di darat diketemukan di wilayah Australia bagian barat.

Fosil-fosil itu memenuhi dataran berpasir yang mengelilingi danau, mengindikasikan bahwa binatang tersebut mungkin juga telah ditemani tanaman jenis paku saat berpindah ke daratan. Dalam berbagai kasus, Antropoda pada masa itu sudah cukup sempurna untuk mengembangkan agar dapat beradaptasi dengan dunia barunya, daratan.

Saat mulai “pindah” ke daerah di sekitar pesisir pantai, mereka tampaknya telah mengembangkan bagian badannya menjadi lebih ringan serta bagian kaki yang lebih kokoh agar bisa menahan diri dari gravitasi bumi.

Bagian cangkangnya (kutikula) juga sudah kuat untuk menyediakan perlindungan dan dengan baik mempertahankan tubuhnya dari kelembapan.

Laba-laba, jenis kaki seribu, dan hewan sejenisnya merupakan kelompok awal yang telah mendiami daratan. Beberapa dari hewan itu merupakan raksasa-raksasa dengan kaki-kakinya yang bersambung.

Beberapa jenis yang bertahan paling lama dari spesies ini adalah Slimonia, yang merupakan keluarga dekat kelabang, kurang lebih ukurannya bisa sebesar manusia.

Binatang ini nyatanya masih terlalu besar dan juga terlalu berat sementara pada bagian kakinya masih terlalu kecil untuk menjelajah daratan, kemungkinan besar hal ini lah yang menyebabkan mereka hidup di lingkungan daerah pinggiran pantai dan sekitar delta-delta sungai.

Peristiwa saat beberapa hewan dan tumbuhan meninggalkan air dan mencoba berkolonisasi di darat untuk pertama kalinya masih merupakan sebuah misteri.

Mengapa mereka meninggalkan air? Setidaknya masih menjadi perdebatan, tapi beberapa kemungkinan adalah karena telah terjadi persaingan ekosistem di laut, melarikan diri dari predator, dan mungkin juga mereka sebelumnya telah mencoba keadaan di daratan sebagai hewan yang bisa hidup di dua tempat.

Ketika binatang dan tumbuhan sudah menetap di darat, kini mereka harus berkontribusi pada proses perubahan bumi baik secara fisik dan kimiawi.

Hidup di daratan jelas membutuhkan strategi yang sama sekali berbeda dengan kehidupan di laut. Mereka harus bisa mencari nutrisi dan air, menghindari kekeringan, dan juga harus menyesuaikan reproduksi.