Image by Saioa López, Lucy van Dorp and Garrett Hellenthal
Categories Almanac Tags

Out of africa, Kisah Perjalanan Manusia Awal

Perjalanan keluar dari Afrika sangat sulit dan selalu berbahaya. Tetapi selama puluhan ribu tahun, ada bukti bahwa suku-suku lainnya melakukan perjalanan berbahaya yang sama untuk keluar dari Afrika (out of Africa). Dimulai dari tidak ada kemudian menjadi ada, lalu terjadi sebuah “keajaiban”. Bagaimana manusia kemudian ada? Dari mana kita? Cerita yang kita pikir kita tahu … Read more

Perjalanan keluar dari Afrika sangat sulit dan selalu berbahaya. Tetapi selama puluhan ribu tahun, ada bukti bahwa suku-suku lainnya melakukan perjalanan berbahaya yang sama untuk keluar dari Afrika (out of Africa).

Dimulai dari tidak ada kemudian menjadi ada, lalu terjadi sebuah “keajaiban”. Bagaimana manusia kemudian ada? Dari mana kita? Cerita yang kita pikir kita tahu dan bisa jadi, mungkin, ada cerita yang kita tidak boleh tahu.

Tak satu pun dari kita bisa mengetahui semua cerita manusia secara utuh. Para pendahulu kita yang jaraknya terlalu lama untuk kita telusuri itu hanya meninggalkan beberapa tanda yang harus kita baca, harus kita gali, harus kita tafsirkan.

Tetapi, itu tidak lah membatasi kita untuk memiliki gambaran besar tentang apa yang terjadi dahulu karena cerita itu benar-benar sebuah kisah yang nyata, tentang bagaimana dahulu manusia bisa seperti sekarang.

Nenek moyang kita dahulu yang mulai “berjalan-jalan” menikmati pemandangan bumi, lalu hal-hal kecil kemudian mereka lakukan yang secara perlahan mengubah dunia ini.

Ada kejutan-kejutan dari alam yang mereka hadapi, bahkan mungkin di dalamnya ada cerita pemenang dan pecundang, ada cerita tentang pencari kebenaran dan penemuan yang menakjubkan.

Iklim selalu menjadi bagian besar dari kisah manusia di bumi ini. Nenek moyang kita dahulu pernah menggigil melalui zaman es, bahkan langit di siang hari menjadi gelap dan pekat oleh letusan gunung-gunung berapi besar.

Planet kita ini pernah menjadi lebih panas dan kering, dan kemudian dingin dan basah lagi. Setiap perubahan nyatanya membuat kehidupan —proses demi proses yang entah bagaimana caranya, planet kita ini, bumi, sekarang menjadi ramai oleh kehidupan yang beragam.

Memang ada tantangan, kemenangan, dan kejutan. Tapi semua itu sangatlah penting karena dari setiap kejadian tersebut, kita terus belajar untuk bisa bertahan hidup, hingga saat ini. Kisah kita pun nyatanya belum berakhir karena sejarah umat manusia sepertinya akan masih sangat panjang.

Dimulai sekitar 70.000 tahun yang lalu. Bumi yang kita pijak sekarang, sepenuhnya telah dikembangkan oleh manusia modern, sama seperti kita, tapi kita lebih suka menyebut mereka Homo sapiens – yang berarti “orang bijak”.

Sebagai pemburu-pengumpul mereka didorong untuk bisa akrab dengan kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan tempat tinggal, walaupun untuk sementara.

Hampir selama lebih dari 100.000 tahun sebelumnya, mereka konon telah banyak sekali mengalami perubahan, Tapi nenek moyang kita itu telah beradaptasi dan tentu saja mereka juga pandai berjuang untuk bertahan hidup.

Mereka mungkin dengan cepat telah belajar “bahasa” karena menyadari hal itu penting untuk kelangsungan hidup dalam kelompok. Mungkin tidak serumit bahasa yang kita kenal sekarang, bisa berupa simbol-simbol tertentu sebagai bagian dari konsep Animal symbolicum yang diungkapkan Ernst Cassirer untuk menyebut “manusia”.

Lalu kita mungkin dengan cepat telah belajar berpakaian untuk melindungi bagian-bagian yang sensitif atau untuk tujuan yang berhubungan dengan cuaca, dan kita dulu telah pintar dalam memilah makanan; mana yang dimakan langsung atau harus dahulu dimasak atau memerlukan pengolahan lainnya.

Di antara semuanya, bekerja sama adalah ciri khas dari nenek moyang kita waktu itu.

Out of Africa; Sebuah Teori

Bagi manusia awal, hidup benar-benar sebuah perjalanan. Perjalanan yang tak ada habisnya karena jika menetap, berarti akan mati kelaparan.

Tidak secepat itu tentunya. Pertama, hewan-hewan buruan di sekitar tempat tinggal mereka akan ketakutan, lalu kita mulai mencari lebih jauh dan malas pulang. Bagi mereka yang diam akan mulai kelaparan, jadi terpaksa mereka harus terus mengikuti sumber makanan.

Oleh sebab itu, manusia yang bisa bertahan hidup kerap muncul lebih “keras”, pintar dan lebih terorganisir. Khususnya, ada satu suku, tepatnya ada seseorang yang istimewa di antara mereka.

Dia adalah bagian dari satu kelompok kecil —mungkin kurang dari seribu orang— yang perlahan-lahan bergerak ke arah pantai utara-timur dari Afrika. Out of Africa berarti keluar dari afrika, menyebar dari Afrika sebagai asalnya.

Out of Africa
Image by Saioa López, Lucy van Dorp and Garrett Hellenthal

Kelompok itu bertemu dengan banyak persimpangan selama puluhan ribu tahun. Mereka sangat pandai berurusan dengan perubahan iklim, juga dengan hewan yang lebih besar dan lebih cepat daripada mereka yang kadang mungkin menghalangi perjalanan.

Setelah mempelajari evolusi DNA manusia, para ilmuwan kemudian menyimpulkan bahwa hanya satu suku yang memiliki keberlangsungan cukup lama untuk bisa hidup di luar Afrika dan meninggalkan warisan abadi kepada kita sekarang.

Mereka telah melompat dari pulau ke pulau, melewati Laut Merah, sekitar 65.000 tahun yang lalu, dan, menakjubkan kedengarannya, hampir semua dari kita yang hidup saat ini terkait dengan seseorang yang istimewa di suku itu, seorang wanita.

Tentu saja, kita tidak tahu namanya tapi kita bisa memanggilnya “Ibu”.

Ada mutasi genetik kecil yang sama di setiap orang di dunia ini sekarang, yang bukan berasal dari Sub-Sahara Afrika, dan kita ternyata terhubung pada satu suku, satu wanita.

Tampaknya tidak mungkin, tetapi apakah Anda dari Tokyo atau New York, Scandinavia atau Indonesia, dia adalah ibu Anda yang dulu bersusah payah melakukan out of Africa.

Out of Africa, Mencapai Asia

Kita terus bergerak dan dengan cepat kita menuju ke berbagai tempat yang sangat jauh. Langkah demi langkah, mil demi mil, dari generasi ke generasi, kita telah menyebar dan perlahan-lahan menjajah seluruh Bumi ini.

Pertama, manusia melakukan perjalanan ke arah timur sepanjang pantai, lalu menuju India dan Asia Timur. Sebagian dari kita bahkan telah mencapai Asia Tenggara hingga Australia 50.000 tahun yang lalu. Semua perjalanan tersebut kadang diperlambat atau bahkan di-percepat oleh perubahan iklim; dingin atau panas jelas sangat berpengaruh.

Jembatan darat yang kemudian menghubungkan Asia dan Amerika mungkin baru ada sekitar 15.000 tahun yang lalu, tapi kemudian dengan cepat kita menyebar ke Amerika hingga menuju jauh ke selatan.

Out of Africa, Tiba Di Eropa

Cabang lain dari perjalanan nenek moyang kita itu bergerak menuju ke utara-barat, mereka kemudian telah tiba di Eropa sekitar 45.000 tahun yang lalu.

Saat mereka tiba di Eropa manusia sudah sangat terorganisir, nenek moyang kita itu hidup dan bekerja bersama-sama dalam kelompok yang jauh lebih besar daripada keluarga. Kebersamaan jelas sangat penting bagi keberhasilan manusia sebagai pemburu, tapi tentu memiliki sisi lain yang “menakutkan”.

Loyalitas terhadap kelompok biasanya akan memiliki kecurigaan dan bahkan menanamkan —secara tidak sadar— sikap bermusuhan kepada orang luar kelompok.

Siapa saja yang tampak sedikit berbeda, berbicara secara berbeda, berpakaian berbeda atau bahkan mungkin memiliki bau yang berbeda, adalah musuh, ancaman.

Sudara Tua Manusia

Pada kenyataannya, memang masih ada yang benar-benar sangat berbeda. Ketika kita sampai ke Eropa, kita menemukan kenyataan bahwa kita tidak sendirian. Untuk waktu yang hampir tak terbayangkan ternyata mereka tetap ada; Neanderthal.

Kekar dan tangguh, Neanderthal telah bertahan dan berhasil melalui berbagai perubahan iklim bumi. Tapi, sekarang mereka menghadapi tantangan yang lebih berbahaya —kita.

Para ilmuwan berpendapat kita mungkin hidup berdampingan dengan Neanderthal selama 5.000 bahkan 10.000 tahun, dan selama waktu itu populasi Neanderthal mengalami penurunan yang cepat.

Tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi pada mereka. Neanderthal jelas sangat tangguh dan telah ada setidaknya selama 250.000 tahun, lebih lama daripada yang kita alami. Mungkin kita telah mengambil lahan buruan mereka. Ada juga ilmuwan yang menyatakan kemungkinan, bahwa kita ‘suka memakan’ mereka.

Bagaimana pun kenyataannya, 30.000 tahun yang lalu Neanderthal “punah”, dan manusia modern yang pintar, ke-suku-an dan sangat suka kekerasan siap untuk memerintah planet ini. Kita siap melawan sesuatu yang lebih tangguh daripada Neanderthal, sifat kita sendiri.