Image by Frédéric Vincent
Categories Almanac Tags ,

Stonehenge Mulai Membuka Rahasianya

Penemuan arkeologi dalam beberapa tahun terakhir ini telah banyak mengungkapkan lebih lanjut tentang siapa yang membangun Stonehenge beserta monumen lain yang ada di dekatnya. Yang pasti, hal ini berurusan dengan cerita yang terjadi 6.300 tahun yang lalu.

Penemuan arkeologi dalam beberapa tahun terakhir ini telah banyak mengungkapkan lebih lanjut tentang siapa yang membangun Stonehenge beserta monumen lain yang ada di dekatnya. Yang pasti, hal ini berurusan dengan cerita yang terjadi 6.300 tahun yang lalu.

Bulan lalu, dalam penggalian terbaru di situs ‘Blick Mead’, David Jacques beserta timnya seperti yang diberitakan New York Times (9/10/2015), telah mencoba memeriksa sebuah struktur yang ada di sekitarnya.

Mereka telah menggali parit sepanjang 12 meter, dengan lebar 7 meter dan dalamnya 1,5 meter. David Jacques menemukan perapian dengan potongan batu yang retak karena dipanaskan, potongan tulang, serpihan batu yang digunakan untuk mata panah, alat pemotong, dan jenis tumbuhan yang mungkin telah digunakan sebagai pigmen pewarna.

Stonehenge
Image by Frédéric Vincent

“Ada suara di sini,” kata Jacques, membayangkan kejadian 4.300 Sebelum Masehi “Ada orang di sini melakukan hal-hal yang sama seperti kita. Anak-anak yang sama dan kekhawatiran yang sama.” Sekitar satu mil jauhnya adalah Stonehenge.

Untuk David Jacques, rumah di ‘Blick Mead’ adalah bagian dari kisah Stonehenge, meskipun penghuni rumah di situs tersebut tidak pernah melihat kumpulan batu besar yang dinamai Stonehenge itu didirikan.

Situs Blick Mead, katanya, akan membantu mengungkapkan sejarah dari kehidupan para pemburu-pengumpul yang kemudian menjadi petani dan merekalah yang membangun Stonehenge dan monumen prasejarah lainnya yang menghiasi banyak pedesaan di Inggris.

“Ini adalah bab pertama untuk mengetahui Stonehenge,” kata Jacques.

Untuk mereka yang hidup pada masa lalu khususnya di wilayah selatan Inggris, membangun rumah berdekatan dengan sumber mata air dan dekat dengan wilayah perburuan adalah keniscayaan.

“Gumpalan lumpur yang dipadatkan kemudian disusun menjadi dinding lalu diberi lubang, dan pada bagian atap dibuat dari alang-alang atau kulit binatang”. Menurut Arkeolog dari University of Buckingham ini “itu adalah bentuk ‘rumah’ yang paling awal di Inggris.”

Stonehenge telah memikat generasi ke generasi dan banyak peneliti. Para arkeolog selama bertahun-tahun di berbagai tulisan, meramalkan makna dari penempatan batu besar itu. Di kepercayaan Eropa, selama hampir berabad-abad Stonehenghe dan Menhir pernah dikaitkan dengan ritual pemujaan para Druid; sebagai bagian dari cara pengobatan mereka.

Ada juga yang menyatakan Stonhenge sebagai batu penanda wilayah dan juga ada yang mengaitkannya dengan sistem kalender alam. Bagaimanapun fungsi Stonhenge ini ternyata memang masih banyak perbedaan pendapat. Setidaknya, para ahli hingga kini terus bekerja untuk membuktikan hipotesis-hipotesis mereka itu.