Categories Almanac Tags , ,

Evolusi Sauropoda, Dinosaurus Terbesar di Dunia

Sekelompok Paleontologi dipimpin oleh Dr.Karl Bates dari University of Liverpool telah mengembangkan reka-citra digital dari Sauropoda sebagai bagian dari usaha mereka menganalisa evolusi sauropoda dan bentuk tubuh Dinosaurus itu. Sauropoda (Dinosaurus Saurischian), adalah kelompok herbivora raksasa yang mendominasi eksosistem darat pada zaman reptil; periode mesozoikum (252-66 juta tahun yang lalu). Beberapa yang terkenal diantaranya *Diplodocus*, … Read more

Sekelompok Paleontologi dipimpin oleh Dr.Karl Bates dari University of Liverpool telah mengembangkan reka-citra digital dari Sauropoda sebagai bagian dari usaha mereka menganalisa evolusi sauropoda dan bentuk tubuh Dinosaurus itu.

Sauropoda (Dinosaurus Saurischian), adalah kelompok herbivora raksasa yang mendominasi eksosistem darat pada zaman reptil; periode mesozoikum (252-66 juta tahun yang lalu).

Beberapa yang terkenal diantaranya *Diplodocus*, *Brontosaurus*, dan *Giraffatitan*. Mereka terkenal terutama dengan leher dan ekor yang panjang, kaki yang menyerupai pilar-pilar, dan kepala kecil.

Sejauh ini, upaya untuk mengkaji bagaimana evolusi kerangka tubuh Sauropoda yang khas itu dan bagaimana hal itu berkaitan dengan ukuran tubuh raksasa, masih terbatas.

Dr. Bates dan rekan-rekan penulisnya menggunakan reka-citra komputer tiga dimensi untuk menganalisis dan merekonstruksi bagaimana ukuran, bentuk, dan bobot tubuh dinosaurus sauropoda berkembang dari waktu ke waktu.

“Kami menggabungkan reka-citra digital tiga dimensi dengan rekonstruksi filogenetik untuk mengukur bentuk dan karakteristik bagian tubuh dari evolusi Sauropoda secara menyeluruh,” kata para ilmuwan.

Para peneliti menemukan bukti bahwa perubahan besar bentuk tubuh bertepatan dengan peristiwa besar dalam sejarah evolusi Sauropoda, seperti munculnya Titantosaurus.

Sauropoda awal berkembang dari dinosaurus kecil yang berjalan dengan dua kaki, memiliki ekor panjang, dada kecil, dan bagian kaki (lengan) depan yang kecil.

Ahli paleontologi memperkirakan bahwa bentuk tubuh mereka terkonsentrasi pada bagian sendi pinggul, hal itu membantu menjaga keseimbangan bagian belakang mereka saat berjalan dengan dua kaki

Sauropoda kemudian berkembang secara bertahap dari bentuk leluhurnya itu, tidak hanya menjadi lebih besar dengan berat yang signifikan, tetapi juga memperoleh proporsional bagian dada yang lebih besar, lengan depan, dan khususnya leher yang semakin besar.

Temuan ini dipublikasikan hari Rabu (30/3), dalam jurnal *Royal Society Open Science*, menunjukkan bahwa Sauropoda mengalami perubahan, terutama pada ukurannya, sebagai bagian evolusi distribusi bertahap.

Dimulai dari ekor yang semakin berat, hewan dengan dua kaki itu kemudian pada bagian depannya menjadi lebih berat dan menjadi jenis Sauropoda yang memiliki ukuran dan berat yang sama pada keempat kakinya; menjadi Jurassic Diplodocus dan Apatosaurus.

Dilansir sci-news.com (30/3), Dr.Bates beserta rekannya juga menemukan bukti bahwa evolusi Sauropoda terkait dalam ukuran, bentuk tubuh, dan berat tidak berhenti pada Sauropoda yang sepenuhnya berkaki empat.

Pada periode Cretaceous—masa terakhir dari tiga masa Dinosaurus; 145.5 – 65.5 juta tahun yang lalu—banyak kelompok Sauropoda sebelumnya mengalami ‘penyusutan’.

Di waktu yang sama, tipe baru dari Sauropoda yang sangat besar, dikenal sebagai titanosaurus kemudian berkembang, termasuk Argentinosaurus dan Dreadnoughtus, hewan terbesar yang diketahui pernah hidup.