Image by Nevit Dilmen
Categories Almanac

Patung Gemuk Catalhoyuk Lambang Wanita Terhormat

Temuan dua patung wanita gemuk yang digali dari reruntuhan pemukiman masa Neolitik, Catalhoyuk–9000 tahun lalu–merupakan perlambangan wanita kaya, bukan Cybele (dewi ibu Anatolia) seperti yang sebelumnya diyakini, Ungkap seorang ahli.

Temuan dua patung gemuk Catalhoyuk yang digali dari reruntuhan pemukiman masa Neolitik, Catalhoyuk–9000 tahun lalu–merupakan perlambangan wanita kaya, bukan Cybele (dewi ibu Anatolia) seperti yang sebelumnya diyakini, Ungkap seorang ahli.

Penemuan Catalhoyuk (Çatalhöyük) pada tahun 1958–di provinsi Anatolia Tengah, Konya–oleh James Mellaart, pemukiman kuno itu digali pada tahun 1961, 1963 dan 1965.

Setelah istirahat panjang, ekskavasi ulang dilakukan pada tahun 1993 di bawah pengawasan Profesor Ian Hodder dari Stanford University.

Patung Gemuk Catalhoyuk
Image by Nevit Dilmen

“Patung-patung ini melambangkan wanita tua yang memiliki status yang tinggi di masyarakat, bukan dewi,” ungkap Hodder merujuk pada temuan patung-patung yang memiliki perut dan payudara yang khas, diimbangi dengan pinggul yang juga besar itu.

Diwartakan Hurriyet Daily News, Media lokal di Turki (15/1), Hodder mengungkapkan temuan dan analisa menarik tersebut dalam laporan penggaliannya.

Profesor dari Stanford University itu mengatakan ada dua patung-patung yang memiliki perut, payudara, dan paha yang khas ditemukan di sebuah kuburan di dekat dinding timur.

“Kami berpikir bahwa patung itu ditempatkan di sana sengaja,” kata Hodder.

“Figur marmer ini ditemukan di sebelah pisau obsidian. Setelah beberapa hari, patung lain yang terbuat dari batu kapur ditemukan. Patung kedua memiliki sepotong galena yang mengkilap dan reflektif dan dua manik-manik di sekitar kepalanya. Ia juga memiliki dua lubang kecil seperti liontin, “kata Hodder.

Hodder juga menambahkan bahwa tempat patung-patung yang ditemukan seperti memang sengaja dipilih karena sangat signifikan jika dikaitkan dengan kebiasaan membawa bekal kubur.

“Tempat-tempat patung-patung ditemukan menandakan penguburan mereka dengan benda-benda seperti obsidian dan galena tidak umum. Hal ini membuat kita berpikir bahwa patung-patung dikuburkan di sana untuk menggantikan tubuh, ” tambahnya.

Hodder menyayangkan bahwa ketika patung-patung itu ditemukan, media memperkenalkan patung-patung sebagai Ibu Dewi Cybele, karena menurutnya itu adalah keliru.

Senada dengan Ian Hodder peneliti lain seprti Lynn Meskell, Carolyn Nakamura dan Lindsay Der telah membuktikan bahwa perut, payudara, dan paha, yang khas dari patung-patung tersebut lebih menunjukkan bahwa Patung Gemuk Catalhoyuk ini melambangkan seorang wanita yang memiliki prestise dalam status sosial, ketimbang seorang Dewi.