Penggalian Sungai dan Kesejahteraan Tarumanagara
Published :

Pada suatu hari—bayangkan saja menggunakan imajinasi—di awal abad ke-5 Masehi, seorang raja Tarumanagara yang bernama Purnawarman sedang berdiri gagah penuh wibawa, tampak megah dan juga agung. Hari itu, beliau hendak meresmikan sebuah proyek. Proyek yang cukup besar: penggalian kanal sepanjang kurang lebih 6.100 busur (12 km). Kanal itu akan melewati ibukota kerajaaan dan dinamai Gomati.

Sebuah proyek besar? Ya, penataan dan penggalian kanal yang dikerjakan oleh hampir seluruh rakyat negeri taruma itu konon hanya memakan waktu 21 hari. Proyek yang dimaksudkan untuk menanggulangi banjir yang kerap datang dan mengganggu wilayah Kerajaan Tarumanagara. Tidak hanya itu saja, kabarnya penggalian kanal tersebut juga ditujukan untuk mengatasi kekeringan selama musim kemarau.

Kanal itu melintasi kediaman kakek Purnawarman, Rajadirajaguru Jayasinghawarman, yang dulu memerintah di Taruma dari tahun 358-382 Masehi. Tak lupa, peresmian itu diabadikan dan ditulis pada sebuah batu.