Raden Patah, Pendiri Kesultanan Demak
Published :

Dalam Serat Kanda Raden Patah bergelar Panembahan Jimbun dan dalam Babad Tanah Jawi disebut sebagai Senopati Jimbun. Setelah menjadi raja ia bergelar Senapati Jimbun Ningrat Ngabdurahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. Sedangkan dalam Serat Pranitiradya, Raden Patah bergelar Sultan Syah Alam Akbar.

Babab Tanah Jawi yang ditulis akhir abad ke-17atau awal abad ke-18 Masehi– yang menjadi penguasa Mataram saat itu adalah Paku Buwono I–menuturkan bahwa Raden Patah merupakan putra raja Brawijaya, raja terakhir kerajaan Majapahit dengan selirnya yang berasal dari negeri Campa.

Menurut Serat Kanda, putri Campa (kini termasuk wilayah Kamboja) justru telah dinikahi oleh Brawijaya ketika masih menjadi putra mahkota—belum menjadi raja kerajaan Majapahit.