Lada; Sejarah Rempah-rempah di Sunda dan Sumatra
Published :

Lada hitam (Piper nigrum) berperan penting dalam perdagangan dan peradaban zaman prasejarah sampai zaman modern di Indonesia. Walaupun lada dari India sudah berada di pasar internasional sejak zaman Romawi, permintaan rempah ini terus meningkat sesudah abad pertengahan Eropa untuk bumbu pengawet daging.

Pada zaman maritim Asia Tenggara, lada pertama kali dicatat tahun 1187 di Jawa oleh Zhou Chufei. Tak seperti rempah yang lebih halus dari Maluku, Piper ningrum dari India tersebar cepat dan luas sejak abad ke-14 ke kaki gunung dan daerah pantai utara Sumatra sampai Jawa Barat. Pada tahun 1382, misi tunggal Jawa ke Cina tercatat membawa 45 ton lada.

Kemudahan penyatuan tanaman tersebut pada sawah kering atau ladang akhirnya menjadikannya mudah dijadikan sebagai tanaman untuk perdagangan oleh orang Aceh, Sunda, Batak, Pasemah, Rejang, dan Lampung, serta para perantau Minang di Jambi, Indragiri dan Palembang.