Categories Humaniora

Tersambar Petir dan Dampaknya bagi Manusia

Kurang lebih dari 500 orang yang disambar petir setiap tahunnya, 90% mampu bertahan hidup. Meskipun jarang, dengan kemungkinan seseorang tersambar kira-kira 1:12.000, manusia tetaplah target menarik bagi petir untuk melepaskan energi.

Kurang lebih dari 500 orang yang tersambar petir setiap tahunnya, 90% mampu bertahan hidup. Meskipun jarang, dengan kemungkinan seseorang tersambar kira-kira 1:12.000, manusia tetaplah target menarik bagi petir untuk melepaskan energi.

Kilatan petir yang menyentuh tanah dengan hampir 300.000 km/ jam, dilansir sciencealert.com (21/4/2016), dapat memiliki lebih banyak energi daripada reaktor nuklir. Para peneliti dari University of Florida lebih jelasnya memberitahu kepada kita bahwa kecepatan satu dimensi akhir dari 10 kilat yang teramati yaitu antara 1,0 × 10 5 dan 1,4 × 10 6 m/s, dengan rata-rata 4,4 ×10 5 m/s.

Dalam makalah berjudul “A New Approach To Estimate The Annual Number Of Global Lightning Fatalities” sekelompok ilmuan telah melaporkan bahwa setiap tahun 24.000 orang tewas oleh sambaran petir di seluruh dunia dan sekitar 240.000 terluka.

Estimasi lain dari data tahun 2008-2011 itu adalah bahwa angka kematian global tahunan akibat tersambar petir bisa mencapai 6.000 jiwa. Korban sambaran langsung bisa saja jauh lebih tinggi dari angka yang dilaporkan.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), menyatakan bahwa selama 20 tahun terakhir, di Amerika Serikat rata-rata 51 korban jiwa/tahun akibat sambaran petir yang sekaligus menempatkannya di posisi kedua untuk cuaca yang mematikan di belakang banjir.

Di Kisii, Kenya barat, National Geographic (2005) melaporkan sekitar 30 orang meninggal setiap tahun oleh sambaran petir. Korban petir terjadi karena frekuensi badai di Kissi dan karena banyak dari struktur daerah ini memiliki atap logam.

Satistik di atas bisa saja berbicara lebih jauh untuk mencerminkan perbedaan antara serangan langsung, di mana korban adalah bagian langsung dari jalur petir; efek tidak langsung dari titik terminasi, seperti arus tanah; dan, korban yang muncul dari peristiwa berikutnya, seperti kebakaran atau ledakan.

Bahkan yang paling umum korban mungkin sulit mengenali petir sebagai penyebab langsung. Ini mengabaikan kenyataan bahwa petir, sebagai penyebab pertama, tapi sesungguhnya petir juga bertanggung jawab atas kecelakaan dan kerugian sesudahnya.

Tiga Milidetik Setelah Tersambar Petir

Tiga milidetik merupakan waktu yang dibutuhkan petir menjalari tubuh jika Anda tersambar petir. Sebagian sambarannya akan meninggalkan luka yang dalam, disertai dengan luka bakar derajat ketiga.

Udara di sekitar sambaran bisa menjadi superheated yang mencapai 50.000 derajat F (lima kali lebih panas dari permukaan matahari).

Pembuluh darah akan meledak oleh debit listrik dan hantaran panas dapat membuat sesuatu yang disebut Lichtenberg pada kulit Anda, pola bekas luka seperti cabang-cabang atau jalur listrik.

Rambut dan pakaian mungkin hangus atau terbakar oleh kekuatan ledakan. Ledakan juga dapat memecahkan gendang telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran.

Jika Anda kebetulan memakai benda logam, seperti kalung atau anting yang bisa menyalurkan arus listrik, mereka akan menjadi super panas dan membakar kulit Anda.

Petir yang terus menjalar dan keluar melalui ujung-ujung kaki Anda, kemungkinan akan menghempaskan sepatu Anda.

Tersambar petir konon seperti seluruh rasa sakit di dunia yang dikumpulkan. Satu korban yang selamat mengibaratkan rasa sakit tersambar petir kepada sciencealert.com sebagai “disengat oleh seribu tawon dari dalam”.

Segera setelah tersambar, serangan petir seperti listrik yang akan menyebabkan gangguan pada jantung Anda hingga dapat mengakibatkan serangan jantung. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab utama kematian korban yang tersambar petir.

Goncangan itu juga bisa menyebabkan kejang atau masalah pernapasan. Jika arus listrik memasuki bagian kepala Anda, itu bisa mengakibatkan kerusakan otak atau menempatkan Anda dalam keadaan koma dan berpotensi menyebabkan kelumpuhan sementara atau permanen.

Korban Bisa Alami Penderitaan Neurologis

Beberapa ilmuwan percaya bahwa petir mampu mengacak sirkuit internal Anda, mengubah perilaku sel-sel Anda.

Anda mungkin mengalami perubahan kepribadian, perubahan suasana hati, dan kehilangan memori. Ada juga kemungkinan bahwa Anda akan menderita sakit kronis dan konstan seperti parkinson dan gangguan pada otot.

Dalam beberapa kasus yang masih perlu dibuktikan, mereka yang tersambar petir dilaporkan telah memiliki “bakat” yang super aneh.

Dalam sebuah posting di Psychology Today, neuroscientist dari University of Miami Berit Brogaard menulis tentang sebuah insiden di mana seorang ahli bedah ortopedi yang disambar petir telah mengembangkan dorongan untuk bermain piano.

Salah satu teori yang Brogaard katakan adalah saat kematian sel yang disebabkan oleh tersambar petir, bisa menyebabkan otak dibanjiri dengan neurotransmitter yang dilepaskan dari neuron yang sekarat.

Hal itu kemungkinan menyebabkan rewiring neuron dan menyediakan akses ke area otak yang sebelumnya tidak terakses.

Tapi kemungkinan terjadinya hal itu sangat jarang dan masih di luar nalar. Anda tidak bisa mengandaikan bahwa kejadian yang justru sebagian besar akan membuat anda menderita itu akan mengubah Anda menjadi anak ajaib .

Mayoritas konsekuensi disambar petir adalah menyakitkan dan mengancam jiwa, bahkan penderitaan itu bisa tinggal selama sisa hidup Anda.