Pascatrauma, Perbedaan Anak laki-laki dan Perempuan
Published :

Munculnya wilayah otak yang mengintegrasikan emosi dan tindakan penderita Pascatrauma atau PTSD (post-traumatic stress disorder) ternyata lebih cepat berkembang pada anak perempuan dibanding laki-laki, studi baru ini diwartakan Stanford University School of Medicine (11/11).

Anak-anak dan Remaja yang terkena stres akibat kejadian traumatis, beberapa akan mengembangkan Gangguan stres Pascatrauma atau PTSD. Mereka yang memiliki PTSD mungkin akan terus mengalami kilas balik peristiwa traumatis-nya.

Mereka mungkin akan menghindari tempat, orang, dan hal-hal yang mengingatkan mereka pada trauma; dan mungkin menderita berbagai masalah lainnya, termasuk anti sosial dan kesulitan tidur atau berkonsentrasi.