Categories Humaniora

Perubahan Iklim Berdampak Pada ‘Gen dan Ekosistem

Perubahan iklim global telah berdampak pada setiap aspek kehidupan di Bumi. Menurut sebuah studi yang dilakukan peneliti University of Florida, kini pemanasan Global mulai berdampak pada gen hingga seluruh ekosistemnya. “Kami sekarang memiliki bukti bahwa, dengan hanya ~ 1 derajat Celcius pemanasan global, dampak utama sudah dirasakan pada ekosistem alam,” kata pemimpin studi Brett Scheffers, … Read more

Perubahan iklim global telah berdampak pada setiap aspek kehidupan di Bumi. Menurut sebuah studi yang dilakukan peneliti University of Florida, kini pemanasan Global mulai berdampak pada gen hingga seluruh ekosistemnya.

“Kami sekarang memiliki bukti bahwa, dengan hanya ~ 1 derajat Celcius pemanasan global, dampak utama sudah dirasakan pada ekosistem alam,” kata pemimpin studi Brett Scheffers, asisten profesor di departemen satwa liar, ekologi dan konservasi di UF’s Institute of Food and Agricultural Sciences.

“Gen berubah, fisiologi spesies dan fitur fisik seperti ukuran tubuh berubah, spesies berada pada rentang pergeserannya dan kami melihat tanda-tanda yang jelas dari seluruh ekosistem kini tengah terancam, semua akan menanggapi perubahan iklim di darat dan di laut.”

Diwartakan ufl.edu, selama penelitian ini, Scheffers, seorang ahli ekologi konservasi, berkolaborasi dengan tim peneliti dari 10 negara yang tersebar di seluruh dunia.

Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Science (11/10) ini menemukan bahwa lebih dari 80 persen pada proses-proses ekologis yang membentuk dasar laut, air tawar dan ekosistem darat sudah menunjukkan tanda-tanda (respon) terhadap perubahan iklim.

“Beberapa pihak tidak menyangka bahwa perubahan terjadi hanya dalam beberapa dekade” kata rekan penulis James Watson, dari University of Queensland di Australia. “Dampak dari perubahan iklim yang sedang dirasakan ekosistem di Bumi yang awalnya terhindar.”

Tapi penelitian tentang dampak-dampak tersebut juga akan bisa menjadi jawaban.

“Banyak tanggapan, kita mengamati hari ini, di alam ini, dapat membantu kita menentukan bagaimana untuk memperbaiki masalah yang dihadapi di bawah kondisi iklim yang berubah,” kata Scheffers.

“Misalnya, dengan memahami kapasitas adaptasi alam, kita dapat menerapkan prinsip-prinsip yang sama untuk tanaman, hewan ternak dan spesies ikan yang dibudidayakan.”

“Perjanjian perubahan iklim global sekarang bertujuan untuk membatasi pemanasan 1,5 derajat Celcius,” kata Wendy Foden, salah satu penulis dan ketua IUCN, kelompok ilmuwan yang konsen pada perubahan iklim.

“Kami menunjukkan bahwa ada dampak yang sudah sangat serius dan meluas dari perubahan iklim yaitu justru pada sistem biologi,” ungkapnya.

Dampak pada perubahan spesies dan ekosistem itu kini memengaruhi banyak orang dan kepentingan. Menurut penulis, konsekuensinya secara sederhana kini terlihat pada peningkatan hama dan wabah penyakit, perubahan tak terduga dalam perikanan, dan penurunan hasil pertanian.