Copyright © 2019 DGRAFT Media Stories. All rights reserved.
    Connecting Stories
    Connecting Stories
Traveldraft Travel Guide
Outline
Space Series
Bumi
Earth, The Blue Marble

Bumi adalah planet ketiga dari Matahari. Dengan diameter 12.742 km merupakan planet terbesar kelima di Tata Surya. Istilah “bumi” sama dengan “earth” artinya tanah. Dalam bahasa sunda, “bumi” adalah kata ganti untuk menyebut “rumah”.

Last updated on :
Image by NASA/JPL-NASA
Earth from Apollo 8 Mission

Planet Bumi adalah planet ketiga dari Matahari. Dengan diameter 12.742 km merupakan planet terbesar kelima di Tata Surya. Istilah “bumi” artinya tanah.

Melihat Planet Bumi terbit dari Bulan

Poto ini diambil Kru Apollo 16. Misi Apollo 16 diluncurkan pada 16 April 1972 dan mendarat di Bulan tanggal 20 April.

Image by NASA/Flickr Commons

Planet Bumi, Rumah Kita

Planet Bumi adalah tempat dimana semua orang memanggilnya rumah

Dgraft Outline / July 18, 2019

Berbeda dengan planet tata surya lainnya yang dinamai dewa Yunani – Romawi, untuk planet satu ini, setiap bahasa dan budaya punya sebutan tersendiri. Dalam Bahasa Indonesia, kita menyebutnya Bumi, nama yang lebih populer adalah Earth, dari bahasa Jerman yang berarti “tanah”.

Planet Bumi memiliki atmosfer yang melindunginya. Selimut yang cukup tebal sehingga meteorit akan terbakar sebelum menghujam. Cukup menghangatkan sehingga rata-rata suhu permukaan bumi tidak mencapai 0 derajat. Juga cukup nyaman sehingga bumi mampu memiliki fitur unik lainnya: Mahluk Hidup; Kita.

Atmosfer Bumi terdiri dari 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen, dan sejumlah kecil karbon dioksida, uap air, argon dan gas lainnya. Atmosfer yang tidak hanya berisi udara yang kita hirup tetapi juga melindungi kita dari radiasi dan panas berlebih matahari; menghangatkan di siang hari dan mendinginkan Bumi di malam hari.

Melihat Bumi terbit dari Bulan

Poto ini diambil Kru Apollo 16. Misi Apollo 16 diluncurkan pada 16 April 1972 dan mendarat di Bulan tanggal 20 April.

Image by NASA/FlickrCommons

Tidak ada tempat senyaman di Rumah

Bumi adalah satu-satunya planet yang menampung dan menopang kehidupan—belum ada konfirmasi kehidupan di alam semesta selain di Bumi, untuk saat ini.

Planet Bumi, Mengorbit Matahari

Planet Bumi bergerak mengelilingi Matahari dan menari dalam rotasi

Planet Bumi mengorbit matahari sekali setiap 365,25 hari. Orbit Planet Bumi bukanlah lingkaran sempurna, melainkan elips berbentuk oval. Meskipun kita tidak bisa merasakannya, Bumi melaju pada orbitnya dengan kecepatan rata-rata 29,7 km/detik.

Planet kita rata-rata 149.6 juta km jauhnya dari Matahari, jarak yang membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk cahaya matahari sampai ke bumi. Kita sedikit lebih dekat dengan matahari pada awal Januari dan lebih jauh pada bulan Juli, variasi ini memiliki efek untuk mempertahankan air cair di permukaan bumi.

Sementara Bumi mengorbit matahari, planet ini secara serentak berputar pada porosnya. Dibutuhkan 23,934 jam untuk Bumi menyelesaikan rotasi pada porosnya hingga menjadikan siang dan malam bagi penghuninya. Sumbu rotasi bumi yang miring 23,4 derajat dari bidang orbitnya (ekliptika), membuat jumlah cahaya yang diterima tiap belahan Bumi berbeda, hingga menghasilkan musim beraneka.

Planet Bumi dianugerahi musim yang berbeda. Belahan mana pun yang dimiringkan lebih dekat ke matahari akan mengalami musim panas, sedangkan belahan yang jauh mendapatkan musim dingin. Pada musim semi dan gugur, setiap belahan menerima jumlah cahaya yang sama. Pada tanggal 20 Maret dan 23 September setiap tahunnya, kedua belahan itu diterangi secara merata: equinoxes.

Kalender hanya memiliki 365 hari

Kita menambahkan hari kabisat setiap empat tahun untuk menggenapi 365,26 hari lama Bumi mengelilingi matahari.

Besar Bumi, Komposisi dan Strukturnya

Seberapa besar bumi dan dari apa Bumi terbentuk

Bumi adalah planet terbesar kelima di tata surya. Hanya lebih kecil dari Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Venus Memiliki ukuran yang hampir sebesar bumi sedangkan Mars hanya sekitar setengah ukuran Bumi.

Bentuk Bumi tidak bulat, terlebih datar. Rotasi Bumi menyebabkan planet kita ini tidak bulat sempurna. Bumi agak gendut di ekuatornya dengan perbedaan radius sekitar 22km dengan bagian kutub.

Jari-jari Bumi di khatulistiwa adalah 6.378 kilometer sedangkan jari-jari kutub bumi adalah 6.356 km. Keliling lingkar khatulistiwa Bumi adalah 40.075 km. Namun, lingkar meridional (kutub ke kutub) hanya sekitar 40.008 km. Luas permukaan total Bumi sekitar 510 juta km persegi. 71 persen permukaannya ditutupi oleh air dan 29 persen oleh daratan.

Inti bumi lebarnya sekitar 7.100 km, hampir sama dengan diameter Mars namun hanya setengah dari diameter keseluruhan Bumi. Di jantungnya adalah bola besi dan nikel padat dengan lebar 1.220 km dan panasnya bisa mencapai 7000 °C (lebih panas dari permukaan matahari). Inti padat tersebut dikelilingi oleh cairan besi dan nikel setebal 2.180 km.

Di luar inti bumi terletak mantel bumi, lapisan setebal 2.890 km sebagian besar terdiri dari batuan silikat yang kaya akan magnesium dan besi. Kerak bumi mengapung di atasnya, seperti perahu mengapung di atas air.

Massa, Volume dan Kepadatan Planet Bumi

Massa bumi adalah 6,6 sextillion ton (5,9722 x 1024 kilogram). Volumenya sekitar 1 triliun kilometer kubik dengan kepadatan bumi adalah 5.513 gram per sentimeter kubik.

Bumi memiliki dua jenis kerak bumi. Kerak benua yang sebagian besar terdiri dari granit dan mineral silikat dengan rata-rata ketabalan sekitar 40 km, dan kerak samudera yang terdiri dari batuan vulkanik gelap padat yang disebut basal dengan tebal hanya sekitar 6 km.

Kerak bumi terdiri dari beberapa elemen. Oksigen adalah unsur paling melimpah di bebatuan di kerak bumi, menyusun sekitar 47 persen dari berat semua batuan. Unsur lainnya adalah silikon, 27,7 persen; aluminium, 8,1 persen; besi, 5 persen; kalsium, 3,6 persen; natrium, 2,8 persen, kalium, 2,6 persen, dan magnesium, 2,1 persen.

Panas yang menyengat menyebabkan mantel bumi terus bergerak dan mengalir perlahan. Mereka kemudian dingin dan tenggelam kembali ke inti. Konveksi ini dianggap menyebabkan pergerakan lempeng tektonik. Ketika mantel mendorong melalui kerak, gunung berapi meletus memuntahkan gas ke atmosfer.

Gempa bumi terjadi ketika lempeng-lempeng ini saling bertabrakan. Pegunungan terbentuk ketika lempeng bertabrakan dan parit dalam terbentuk ketika satu lempeng meluncur di bawah lempeng lainnya. Lempeng tektonik adalah teori yang menjelaskan gerak lempeng-lempeng ini.

Cahaya Matahari Menyapa ISS

Cahaya Matahari Menyapa ISS

Diabadikan oleh kru ISS STS-129. ISS, Stasiun Luar Angkasa Internasional 22 November 2009.

Image by NASA/ISS/STS-129

Atmosfer dan Temperatur Bumi

Bumi Terletak di zona nyaman yang menyokong kehidupan

Pada awal pembentukan bumi, inti Bumi terbentuk dari Elemen berat yang saling mengikat dimana material padat kemudian mengeras ke tengah, sementara material yang lebih ringan menjadi kerak. Medan magnet terbentuk sekitar waktu ini seiring dengan Gravitasi yang mulai menjaring beberapa gas untuk membentuk atmosfer awal.

Medan magnet bumi dihasilkan oleh rotasi planet kita dan arus yang mengalir di inti Bumi yang berputar dengan kecepetan berbeda. Kutub magnet selalu bergerak. Beberapa kali setiap satu juta tahun atau lebih, medan magnet bumi benar-benar bertukar tempat.

Medan magnet Bumi juga melindungi Bumi dari partikel berenergi tinggi yang dilontarkan matahari. Ketika partikel itu terperangkap dalam medan magnet Bumi, mereka bertabrakan dengan molekul udara di atas kutub magnet hingga menghasilkan cahaya beraneka warna. Fenomena ini dikenal sebagai aurora.

Atmosfer bumi dibagi menjadi lima lapisan utama: eksosfer, termosfer, mesosfer, stratosfer, dan troposfer. Tidak ada batas yang jelas antara atmosfer dan ruang angkasa, namun ilmuwan mengenal garis imajiner sekitar 100 kilometer dari permukaan bumi yang disebut The Kármán line (Garis Karman).

Siluet Pesawat ulang-alik Dilatari Atmosfer

Lapisan oranye adalah troposfer, lapisan putih adalah stratosfer, dan lapisan biru adalah mesosfer. ISS Feb. 9, 2010.

Image by NASA/Crew of Expedition 22

Atmosfer Bumi Sangat Penting bagi Kita

Atmosfer bumi setebal 500 kilometer, tetapi untuk semua yang atmosfer kita lakukan, kenyataannya atmosfer bumi sangat tipis. Sembilan puluh persen atmosfer Bumi terletak dalam 16 km dari permukaannya.

Siluet Pesawat ulang-alik Dilatari Atmosfer

Lapisan oranye adalah troposfer, lapisan putih adalah stratosfer, dan lapisan biru adalah mesosfer. ISS Feb. 9, 2010.

Image by NASA/Crew of Expedition 22

Atmosfer bumi terdiri dari 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen, dan satu persen gas lain seperti karbon dioksida, uap air, neon, helium, metana, kripton, hidrogen, dan argon.

Lapisan terendah atmosfer dikenal sebagai troposfer. Tebalnya 7 hingga 20 km. Lapisan ini terus bergerak dan hampir semua uap air dan debu di atmosfer berada di lapisan ini dan itulah sebabnya awan ditemukan di sini dan untuk alasan yang sama mengapa kita memiliki cuaca.

Stratosfer adalah lapisan kedua tempat kelimpahan ozon ditemukan. Dimulai setelah troposfer dan berakhir sekitar 50 km. Mesosfer menyusul setelahnya memanjang hingga 130 km. Di lapisan Mesosfer inilah meteor terbakar.

Termosfer memanjang dari 90 km hingga 500km. Kerapatan udara sangat rendah sehingga lapisan ini biasanya dianggap sebagai ruang angkasa. Bahkan, di lapisan inilah tempat pesawat ulang-alik terbang dan Stasiun Luar Angkasa Internasional mengorbit Bumi. Di lapisan ini juga aurora terjadi.

Eksosfer, lapisan tertinggi, tempat partikel hidrogen dan helium atmosfer tergradasi ke luar angkasa.

Bumi adalah satu-satunya planet yang kita kenal yang dapat mendukung kehidupan. Planet ini tidak terlalu dekat atau terlalu jauh dari matahari. Kita terletak di “zona nyaman” – tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin.

Jarak dari Bumi ke matahari adalah salah satu faktor terpenting dalam membuat Bumi layak huni. Venus, misalnya adalah planet neraka dengan Suhu mencapai 400 derajat Celsius, sedangkan suhu rata-rata di Mars minus 60 C.

Atmosfer bumi jelas memainkan peran penting dalam mengatur suhu dengan menyediakan selimut gas yang tidak hanya melindungi kita dari panas berlebih dan radiasi berbahaya dari matahari, tetapi juga memerangkap panas yang naik dari bagian dalam bumi, hingga membuat kita tetap hangat.

Sinar matahari memanaskan permukaan planet Bumi, menyebabkan udara hangat naik ke troposfer. Udara ini mengembang dan mendingin saat tekanan udara berkurang, dan karena udara sejuk ini lebih padat daripada lingkungannya, ia kemudian tenggelam dan dihangatkan oleh bumi lagi.

Uap air, karbon dioksida dan gas-gas lain di atmosfer memerangkap panas dari matahari untuk menghangatkan Bumi. Tanpa apa yang sering disebut “greenhouse effect” ini, Bumi mungkin akan terlalu dingin untuk kehidupan, namun greenhouse effect yang tak terkendali dianggap telah menyebabkan kondisi Venus menjadi neraka.

Bumi mampu mendukung berbagai makhluk hidup karena iklim yang beragam, dari dingin ekstrem di kutub hingga panas tropis di Ekuator. Iklim global telah mendingin dan menghangat sepanjang sejarah. Hari ini, kita melihat pemanasan yang luar biasa cepat. Suhu permukaan rata-rata Bumi naik 0,95 derajat Celsius selama 1 abad ini.

Masalah yang Mendesak

Ada ketidakpastian yang cukup besar tentang bagaimana temperatur Bumi dalam beberapa dekade mendatang, karena perubahan iklim sangat kompleks dan dipengaruhi berbagai faktor. Bahkan sedikit perubahan dalam aktivitas matahari mempengaruhi suhu bumi.

Atmosfer Planet Bumi Pada Ketinggian 335 km

Atmosfer Planet Bumi Pada Ketinggian 335 km

Atmosfer bumi memendar warna kebiruan daripada warna lainnya, membuat bumi terlihat terselimuti cahaya biru jika dilihat dari luar angkasa.

Image by NASA/ISS013

Sejak Kapan Planet Bumi Ada?

Pertanyaan yang selama berabad-abad telah coba dijawab oleh manusia.

Dari mana bumi mulanya? Dari mana tempat tinggal kita ini berasal? Kapan? Bagaimana bumi tercipta? Pertanyaan yang “sulit” untuk dijawab tetapi juga pertanyaan yang penting. Sebuah pertanyaan yang mendasari kita untuk memahami asal-usul manusia, sekaligus menunjukan bahwa manusia adalah makhluk yang berpikir.

Berbagai cabang ilmu telah berkontribusi dalam menjelaskan sejarah planet bumi dari pembentukannya sampai sekarang. Ilmuwan kini bisa mengamati dan menyaksikan planet lain terbentuk untuk bisa menjelaskan bagaimana bumi tercipta.

Orion Nebula – Hubble Space Telescope 2006

Nebula Orion adalah contoh menarik untuk mengamati dasar pembentukan bintang hingga pilar-pilar gas padat yang diperkirakan merupakan rumah bagi bintang muda.

Image by NASA/ESA/Hubble

Teori pembentukan planet yang banyak diterima adalah teori Pertambahan inti. Menurut teori ini, Planet Bumi terbentuk Sekitar 4.5 miliar tahun yang lalu, bersamaan dengan Pembentukan tata surya kita. Saat awan gas debu raksasa yang dikenal sebagai nebula matahari terkumpul, gravitasi membuat nebula itu berputar lebih cepat hingga menyerupai piringan cakram.

Sebagian besar materi tertarik ke tengah untuk membentuk matahari. Partikel lain yang mengelilingi matahari muda di pusat nebula saling bertabrakan. Gaya gravitasi menyebabkan benda-benda tersebut juga saling menarik dan menampel hingga menjadi semakin besar termasuk menjadi Planet Bumi.

Komet dan asteroid sering menabrak bumi ketika planet ini masih muda. Hantaman dari benda langit yang memiliki unsur pembentuk air, menurut banyak ilmuwan, menjadi peran kunci bagi bumi untuk mempunyai kehidupan. Posisi Bumi juga menentukan. Bumi ada di zona nyaman yang membuat Air tidak lantas menguap tetapi tetap sebagai cairan di permukaan.

Bagaimana Bulan terbentuk?

Pada awal evolusinya, Bumi masih sering dihampiri benda besar yang terlontar di ruang angkasa. Gravitasi bumi menyebabkan beberapa potongan-potongan itu bersatu membentuk bulan dan mengorbit di sekitar Bumi.

Orion Nebula – Hubble Space Telescope 2006

Nebula Orion adalah contoh menarik untuk mengamati dasar pembentukan bintang hingga pilar-pilar gas padat yang diperkirakan merupakan rumah bagi bintang muda.

Image by NASA/ESA/Hubble

Sejarah Bumi dalam Skala Waktu Geologi

Membaca Batu, Merekonstruksi Masa Lalu

Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi berdasarkan studi dari jenis batuan, bentuk bumi, dan fitur-fiturnya. Para geolog membantu kita menceritakan kisah evolusi bumi dengan “membaca” lapisan batuan karena setiap jenis batuan memiliki karakteristik yang unik.

Skala waktu Geologi membagi sejarah bumi menjadi beberapa bagian berdasarkan perubahan penting dilihat dalam catatan geologi. Interval terbesar adalah ribuan tahun dengan masing-masing periode yang terdiri dari jutaan tahun lamanya.

Beberapa ahli geologi berpendapat bumi mulanya terbentuk kira-kira 4.5 Miliar tahun lalu, bersamaan dengan planet-planet lainnya dalam sistem tata surya. Bumi masih tanpa oksigen waktu itu, yang akan dijumpai adalah lautan magma dan tanah yang membara dengan udaranya yang beracun.

Mungkin sesekali akan ada meteor yang menabrak bumi hingga menyebabkan ledakan vulkanis yang dahsyat. Salah satu tabrakan yang sangat besar bahkan telah bertanggung jawab untuk memiringkan Bumi yang kemudian membentuk bulan.

Seiring waktu, planet kita itu mulai dingin dan membentuk kerak padat, bisa jadi air mulai ada di permukaan akan tetapi, belum ada kehidupan.

Sejarah Bumi dari Bebatuan

Materi awal yang ditemukan di Bumi diperkirakan 4,5672 Milyar Tahun Yang Lalu. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa bumi harus terbentuk sekitar waktu itu.

Usia Bumi menurut ilmu geologi adalah sekitar sepertiga dari usia alam semesta, dimana sejumlah besar perubahan biologis dan geologis telah terjadi pada rentang waktu itu.

Pendapat ini sedikitnya didasarkan pada hasil penelitian formasi batuan yang paling tua yang telah diperkirakan berumur4.5 miliar tahun yang lalu dengan menggunakan metode radiometric dating.

Namun, pembentukan dan perubahan dari lapisan atas bumi yang berlangsung terus menerus ini ikut serta merekonstruksi batuan lama. Sehingga teori mengenai usia bumi yang dikemukakan para ahli geologi dengan menggunakan metode tersebut, masih dianggap sebagai usia teoretis bumi.

Hingga kini para ahli masih terus bekerja keras agar dapat memberitahukan kepada kita secara pasti kapan tepatnya bumi terbentuk atau sudah berapakah usia bumi yang sesungguhnya.

Planet Bumi,Pergeseran Benua

Bumi adalah planet yang sangat dinamis, berubah dan bergerak

Gunung-gunung, lembah, bukit, sungai-sungai, dan danau yang kita lihat sekarang selalu berubah. Selama jutaan tahun, bentuk gunung baru hadir dan pegunungan yang lebih tua hilang.

Dari awal ada hingga saat ini, Bumi terus berubah dan “berkembang”. Bumi yang kita kenal sekarang ini bahkan bisa jadi tidak akan sama dengan Bumi yang orang lain lihat jutaan tahun di masa depan.

Kerak bumi dipisahkan menjadi sepuluh lempengan besar dan beberapa yang lebih kecil. Lempengan ini berinteraksi satu sama lain di sepanjang tepi mereka saat mereka menggeser posisi di permukaan bumi.

Kovergen, dimana dua lempeng bergerak mendekat ke arah satu sama lain. Divergen, saat kedua lempengan bergerak menjauh satu sama lain. Transform, kedua lempeng bergerak berdampingan.

Tentu saja, kejadian seperti itu tidak dapat disaksikan karena tidak berlangsung dalam hitungan menit, tapi perlu jutaan hingga miliaran tahun lamanya.

Interpretasi Pangea Berdasarkan Negara

Interpretasi artis ketika daratan planet Bumi masih bersatu membentuk satu daratan luas; Pangea

Image by Massimo Pietrobon/Wikicommons

Pada awal abad ke-20 (sekitar 1912), seorang ilmuwan bernama Alfred Wegener menyatakan bahwa benua-benua di bumi ini melekat satu sama lain, membentuk sebuah benua besar, super-kontinen yang kemudian terpisah-pisah karena terjadi pergesaran lempeng tektonik dari waktu ke waktu.

Wegener kemudian memberi nama super-benua tersebut Pangea, yang berarti “Semua Daratan”. Saat mempresentasikan pemikirannya, ia menamakan teorinya sebagai Continental Drift Theory.

Gaya Sentrifugal

Satu dari pendapat Wegener berkenaan dengan lempeng bumi yang bergerak adalah karena gaya sentrifugal dari rotasi bumi yang menyebabkan benua terpisah dan tersebar. Sentrifugal Adalah gaya gerak melingkar yang berputar menjauhi pusat lingkaran dan bernilai positif.

Interpretasi Pangea Berdasarkan Negara

Interpretasi artis ketika daratan planet Bumi masih bersatu membentuk satu daratan luas; Pangea

Image by Massimo Pietrobon/Wikicommons

Ilmuwan lain di masanya memperkirakan bahwa gaya sentrifugal yang dimaksud tidaklah cukup kuat dapat menggerakkan benua-benua yang ada di permukaan bumi. Mereka cenderung tetap meyakini pendapat lama bahwa benua-benua yang ada bersifat kokoh, diam pada tempatnya dan tidak berubah-ubah

Pada 1929, seorang ilmuwan bernama Arthur Holmes menyatakan bahwa teori yang dikemukakan Wegener itu tidak sepenuhnya salah.

Pergerakan benua menurut Holmes bisa terjadi karena lapisan bawah bumi yang berpijar dan meleleh senantiasa berusaha agar dapat keluar ke permukaan. Hal itulah yang dapat menyebabkan tumbukkan antar lempeng yang pada gilirannya memicu lempeng-lempeng benua “bergerak”.

Apa yang dikemukakan Holmes bukan hanya mengungkapkan bagaimana benua-benua saat ini seperti potongan-potongan puzzle. Ia juga menjelaskan bagaimana proses terbentuknya gunung dan pegunungan api. Namun, pemikiran Homes pada masa itu masih juga diabaikan.

Hampir tiga puluh tahun kemudian, berkat penemuan-penemuan baru di bidang teknologi kelautan dan eksplorasi dasar Samudra, ilmuwan menemukan bukti bahwa batu-batu di landai Samudera Atlantik berasal dari berbagai masa, yang bisa dilacak dari tertua (terdekat ke kerak benua) ke termuda (sepanjang punggung bukti di tengah laut).

MENU

Back