Planet Mars | Outline Series Antariksa

Namanya diidentifikasikan dengan warna merah di berbagai peradaban. Dengan berbagai pengertian, Planet ini diberi nama Mars, Dewa Perang Romawi. Planet Mars memang seolah menceritakan kisah kehancuran. Miliaran tahun yang lalu, planet ini diduga mampu menyokong kehidupan. Mars dinamai oleh orang Romawi kuno untuk dewa perang mereka karena warna kemerahannya mengingatkan pada darah. Peradaban lain juga memberi nama planet untuk atribut ini; misalnya, orang Mesir menyebutnya “Desher-nya,” yang berarti “yang merah.” Bahkan saat ini, sering disebut “Planet Merah” karena mineral besi di tanah Mars teroksidasi, atau berkarat, menyebabkan permukaan tampak merah. Mars adalah planet keempat dari matahari. Sesuai dengan warna berdarah Planet Merah, orang-orang Romawi menamakannya dengan nama dewa perang mereka. Sebenarnya, orang-orang Romawi meniru Yunani kuno, yang juga menamai planet ini dengan nama dewa perang mereka, Ares. Peradaban lain juga biasanya memberi nama-nama planet berdasarkan warnanya – misalnya, orang Mesir menamainya “Desher-nya,” yang berarti “yang merah,” sementara para astronom Cina kuno menyebutnya “bintang api.” Karakter fisik Warna karat terang Mars dikenal karena mineral yang kaya zat besi di regolith-nya – debu longgar dan batu menutupi permukaannya. Tanah bumi adalah semacam regolith, juga, meskipun penuh dengan konten organik. Menurut NASA, mineral besi teroksidasi, atau berkarat, menyebabkan tanah tampak merah.