Categories Traveldraft Tags , ,

Empal Gentong, Masakan khas dari Cirebon

Empal Gentong biasa disajikan dengan nasi atau juga lontong. Siapa sangka masakan yang awalnya tergolong sederhana ini kini menjadi sebuah masakan istimewa yang di kenal di masyarakat lebih luas. Provinsi Jawa Barat terdapat banyak macam suku. Mayoritas suku Jawa Barat adalah suku Sunda. Tapi, ada beberapa suku lainnya yang terdapat di provinsi Jawa Barat ini. … Read more

Empal Gentong biasa disajikan dengan nasi atau juga lontong. Siapa sangka masakan yang awalnya tergolong sederhana ini kini menjadi sebuah masakan istimewa yang di kenal di masyarakat lebih luas.

Provinsi Jawa Barat terdapat banyak macam suku. Mayoritas suku Jawa Barat adalah suku Sunda. Tapi, ada beberapa suku lainnya yang terdapat di provinsi Jawa Barat ini. Salah satunya adalah Suku Cirebon.

Kuliner satu ini merupakan makanan khas daerah Cirebon, Jawa Barat. Lebih spesifiknya lagi, konon Empal Gentong berasal dari desa Battembat, kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Dalam penyajiannya biasanya makanan ini disajikan menggunakan kucai (Allium tuberosum) dan di iringi dengan sambal yang berupa cabai kering giling.

Selain itu, Empal kuah biasa disajikan dengan nasi atau juga lontong. Siapa sangka masakan yang awalnya tergolong sederhana ini kini menjadi sebuah masakan istimewa yang di kenal di masyarakat lebih luas.

Empal Gentong adalah perpaduan antara bahan baku makanan yaitu daging sapi yang berlemak dan cara memasak Empal yang menggunakan Gentong.

Dalam masyarakat Cirebon, Empal adalah gulai bukan dendeng atau gepuk. Empal yang jadi makanan khas Cirebon ini bisa dibilang sejenis soto dan gulai (gule). Cara makannya pun bisa seperti soto yaitu dimakan campur dengan lontong atau nasi.

Lontong bagi masyarakat cirebon merupakan beras yang dimasukkan ke dalam daun pisang yang sudah dibentuk silinder. Tidak ada campuran lain, kemudian direbus selama 4 jam.

Perbedaan Empal Cirebon dengan yang lain adalah cara memasak beserta alat masak yang unik yaitu menggunakan gentong (periuk tanah liat). Kekhasan gentong membuat Empal Cirebon lebih enak karena saripati bumbu Empalnya melekat dalam gentong tersebut. Selain itu, bahan bakar memasak makanan ini adalah menggunakan kayu bakar dari pohon Mangga.

Alat memasak yang khas juga ditambah sambal empal gentong yang punya cita rasa tinggi. Sambal Empal Cirebon ini super pedas. Bahan dasar sambal Empal Gentong adalah cabe rawit yang dikeringkan. Dalam membuat Empal Gentong waktu yang dibutuhkan adalah 5 Jam.

Sekilas Tentang Suku Cirebon

Suku Cirebon yang berada di daerah pantai utara memiliki keanekaragaman budaya bahkan suku Cirebon merupakan suku yang memiliki “kebudayaan sendiri” dan mandiri.

Pun Suku Cirebon adalah perpaduan antara dua suku besar yaitu suku Jawa dan suku Sunda. Akulturasi kedua suku tersebut melahirkan suku yang mandiri yang justru berbeda dari suku Jawa dan suku Sunda.

Hal itu terlihat dari jejak sejarah yang termuat dan terungkap dalam kitab Purwaka Caruban Nagari, nama “Cirebon” berasal dari kata Sarumban yang jika diucapkan maka menjadi caruban.

Seiring perkembangan caruban berubah menjadi carbon, cerbon dan akhirnya menjadi Cirebon. Sarumban memiliki arti Campuran, maka Cirebon berarti Campuran.