Image by Foundry Co
Categories Traveldraft Tags

Canal Grande Venesia; Lajur-Lajur Vaporetto dan Gondola

Canal Grande atau yang lebih masyhur disebut Grand Canal, telah menjadi jalur utama kota Venesia, Italia, selama berabad-abad. Saluran alami yang berbetuk ‘S’ terbalik itu akan membawa anda menelusuri Basilika San Marco hingga Gereja Santa Chiara. Panjangnya lebih dari 3 km dan memiliki lebar antara 30 hingga 70 meter. Grand Canal yang memiliki kedalaman rata-rata … Read more

Canal Grande atau yang lebih masyhur disebut Grand Canal, telah menjadi jalur utama kota Venesia, Italia, selama berabad-abad. Saluran alami yang berbetuk ‘S’ terbalik itu akan membawa anda menelusuri Basilika San Marco hingga Gereja Santa Chiara.

Panjangnya lebih dari 3 km dan memiliki lebar antara 30 hingga 70 meter. Grand Canal yang memiliki kedalaman rata-rata 5 meter ini menghubungkan berbagai titik dengan labirin kanal-kanal kecil.

Sebagai jalur utama transportasi, Canal Grande sebagian besar diisi oleh lajur-lajur transportasi air khas Venetian. Di beberapa tempat, keberadaan mobil bahkan dilarang

Canal Grande Venesia
Image by Foundry Co

Gondola menjadi favorit wisatawan tapi vaporetto (bus air) adalah moda transportasi masyarakat kebanyakan. Ada juga ‘taksi air’ pribadi dan tongkang-tongkang yang bertanggung jawab atas distribusi barang ke seluruh kota.

Perahu yang dilengkapi sirene biasanya adalah milik pelayan medis, polisi, pemadam kebakaran, dan perahu-perahu ‘darurat’ yang sedang berlomba dengan waktu demi banyak orang.

Hubungan antara Venesia dan jalan utama kota itu tidak hanya menyangkut kehidupan, namun juga kematian.

Tongkang pemakaman sesekali terlihat mengangkut orang mati menuju Isola di San Michele, sebuah pulau di sebelah timur laut kota yang telah menjadi tempat pemakaman terbesar di Venesia sejak awal abad ke-19 .

Canal Grande membagi Venesia menjadi dua. Pada kedua sisinya diapit oleh istana, gereja, hotel, dan bangunan publik lainnya yang dibangun dengan gaya Romanesque, Gothic, dan gaya Renaissance.

Jika dibandingkan secara menyeluruh, arsitektur gaya klasik memang relatif sedikit. Namun upaya terpadu telah banyak dilakukan untuk melestarikan beberapa arsitektur dan juga gaya klasik khas Venetian.

Misalnya Ca ‘d’Oro—salah satu bangunan di Venesia yang mampu membuat siapapun berpaling—merupakan sebuah istana abad ke-15 yang dirancang untuk Marino Contarini, dari keluarga Contarini terkemuka. Secara ekstensif bangunan itu baru direnovasi pada akhir abad 20.

Palazzo Pesaro menjadi contoh luar biasa dari gaya klasik. Selesai pada 1710, hampir tiga dekade setelah kematian designer-nya, Baldassare Longhena. Sekarang menjadi rumah International Gallery Venesia of Modern Art, serta Museum Seni Oriental

Canal Grande Gondola Venesia
Image by Beautytreff

Canal Grande Venesia direkatkan oleh ponte (jembatan) pada empat titik. Tertua, dan yang paling terkenal adalah Ponte di Rialto. Dirancang oleh Antonio da Ponte di akhir abad ke-16, Jembatan Rialto ini melintasi kanal di sekitar titik tengah kota.

Ponte dell’Accademia, dibangun pada pertengahan abad ke-19 untuk memasilitasi lalu lintas pejalan kaki. Tahun 1932 jembatan kayu yang awalnya dimaksudkan untuk sementara itu kemudian diperkuat dengan baja untuk meminjam ruh keabadian.

Pada tahun yang sama, Ponte degli Scalzi dibangun di ujung barat Canal Grande untuk memberikan akses yang lebih mudah ke stasiun kereta api.

Ponte della Costituzione atau orang-orang Venesia menyebutnya Ponte di Calatrava—dirancang oleh arsitek Spanyol Santiago Calatrava—merupakan yang termuda, diresmikan tahun 2008.