Image by c_pichler / Flickr
Categories Traveldraft Tags

Hohensalzburg; Landmark di Atap Kota Salzburg, Austria

Dalam bahasa Jerman, Kastil ini bernama ‘Festung Hohensalzburg‘, secara harfiah berarti ‘Benteng Tinggi Salzburg’. Bangunan yang bertengger di atas Festungsberg, sebuah bukit kecil di kota Austria, Salzburg.

Dalam bahasa Jerman, Kastil ini bernama ‘Festung Hohensalzburg‘, secara harfiah berarti ‘Benteng Tinggi Salzburg’. Bangunan yang bertengger di atas Festungsberg, sebuah bukit kecil di kota Austria, Salzburg.

Benteng Hohensalzburg merupakan salah satu kastil berukuran besar di Eropa tengah. Dibangun pada tahun 1077 oleh Uskup Agung Gebhard, kemudian diperbesar dan diperluas oleh Uskup Agung Leonhard von Keutschach (1495-1519).

Arsitektur yang berumur lebih dari 935 tahun ini menjadi saksi dari zaman kegelapan Eropa; pertikaian antara Raja dan Pendeta. Dewan Gereja dengan kekuasan Paus yang maha luas itu akhirnya melimpahkan hak berkuasa atas Salzburg kepada uskup (wilayah keuskupan).

Hohensalzburg Salzburg, Austria
Image by Bob Denaro / Flickr

Sebagai hamba dan pengikut Paus yang setia, Uskup Agung Gebhart kemudian berkuasa atas benteng Hohensalzburg. Benteng Hohenwerfen dan Friesach kemudian dibangun di atas wilayah keuskupan itu. Pembangunan wilayah ini—untuk sementara—selesai di bawah Konrad I (1160-1147).

Selama abad 15 dan 16, muncul gejolak yang dikenal sebagai Perang Hungaria dan Perang Tani, di mana provinsi Salzburg terlibat di dalamnya. Benteng Hohensalzburg ini kemudian digunakan sebagai tempat berlindungnya Uskup agung. Selama masa ini lah bangunan utama diperbesar, didirikan gudang, dan juga pembangunan lumbung.

Uskup Agung Leonhard von Keutschach (1495 – 1519) melakukan banyak penambahan pada benteng Hohensalzburg. Modifikasi yang cukup ekstensif adalah pembangunan benteng besar Kuenberg. Sejak saat itu hingga sekarang, dari sisi eksterior secara substansial tidak banyak berubah.

Interior benteng ini sangat kaya akan hiasan: ukiran kayu dengan style Gothic yang rumit dan lukisan-lukisan, banyak menghiasi ruangan Golden Hall dan Golden Chamber.

Kurang lebih ada 58 lencana dengan lambang buah (ubi jalar?) sebagai simbol pengaruh Leonhard von Keutschach. Selain itu juga ada lencana dengan simbol benteng dan singa.

Setelah difungsikan sebagai benteng dan tempat tinggal para uskup agung selama bertahun-tahun, benteng ini juga pernah digunakan sebagai barak militer dan penjara.

Hohensalzburg Salzburg, Austria
Image by c_pichler / Flickr

Uskup Agung Wolf Dietrich pernah disekap di dalam benteng itu selama lima tahun oleh keponakan yang sekaligus penggantinya, Markus Sittikus, hingga kematiannya pada tahun 1617.

Benteng Hohensalzburg juga pernah menjadi apartemen para pangeran pada abad pertengahan. Selama sejarahnya yang panjang tersebut, benteng Hohensalzburg nyatanya selalu tegap berdiri dan tak terkalahkan oleh pasukan musuh.

Selain kamar abad pertengahan dan halamannya yang romantis, benteng yang kini menjadi museum dan terbuka untuk umum itu hampir sepanjang tahun dikunjungi seniman dari seluruh dunia. Mereka biasanya berkumpul di Benteng Hohensalzburg dalam sebuah acara tahunan; International Summer Academy.

Sejak tahun 1892, benteng Hohensalzburg ini memang dapat dengan mudah dicapai dengan kereta api, terutama yang berangkat dari Festungsgasse.