Categories Traveldraft Tags

Hue Kompleks; Monumen Dinasti Nguyen di Vietnam

Menjadi ibu kota yang mempersatukan Vietnam pada tahun 1802, Hue bukan hanya sebagai simbol politik, tetapi juga pusat budaya dan agama di bawah dinasti Nguyen sampai tahun 1945.

Hue Kompleks, ibu kota yang mempersatukan Vietnam pada tahun 1802, Hue bukan hanya sebagai simbol politik, tetapi juga pusat budaya dan agama di bawah dinasti Nguyen sampai tahun 1945.

Pada abad ke-17 dan ke-18, Hué (Hue) merupakan pusat administrasi kekuasan Vietnam selatan. Gia Long, penguasa pertama dari dinasti Nguyen kemudian memilih Hué menjadi ibu kota pada tahun 1802 dan terus berlanjut hingga tahun 1945.

Hue Kompleks dinobatkan sebagai perwujudan dari kekuatan kerajaan feodal di Asia. Ibu kota ini dirancang sesuai dengan filosofi oriental yang juga dihormati karena lokasinya, terutama berkat Sungai Parfum dan Gunung Ngu Binh—sebagai pelindung kerajaan.

Kota ini terletak di pusat geografis dan memiliki akses yang baik ke laut. Sông Huong atau Huong Giang (Perfume River) yang seolah membelah Ibu Kota itu ternyata menjadi sumbu utama yang mampu memberikan pengaturan bentang alam yang unik.

Hubungan antara lima arah mata angin (tengah, barat, timur, utara, selatan), lima unsur alam (tanah, logam, kayu, air, api), dan lima warna dasar (kuning, putih, biru, hitam, merah) mendasari konsepsi kota yang tercermin dalam beberapa fitur penting.

Tembok pertahanan memiliki enam benteng yang melindungi pada setiap sisi dengan sepuluh gerbang. Karya-karya defensif eksternal terdiri dari tanggul, selokan, dan parit. Beberapa benteng kemungkinan dipengaruhi oleh gaya Vauban di Eropa dan Istana Terlarang di Beijing.

Luasnya mencapai 315 ha, dengan zona penyangga sekitar 72 ha. Bagian dalam kota membentuk persegi panjang yang dilengkapi dinding-dinding bata, dilengkapi dengan parit dan tanggul lebar; ada satu pintu masuk pada setiap dinding.

Di dalamnya dibagi lagi menjadi beberapa zona: zona upacara agung, zona beribadah, zona perumahan kerabat raja, gudang, lokakarya, taman dan sekolah, zona untuk pangeran kerajaan, serta zona terlarang.

Istana dan kelengkapannya serupa dalam gaya dan desain, bagian lantai ditinggikan, ukiran pada gulungan kayu (biasanya kayu ulin), pilar-kasau berlapis emas, dinding bata, dan atap ubin silinder kuning atau biru-kaca.

Di antara bangunan yang paling penting adalah Istana Agung, aula resepsi kerajaan; Kuil Mieu sebagai tempat ibadah kerajaan; Istana Ratu Ibu; dan Paviliun Kebajikan.

Di jantung kompleks ada kota terlarang, dikelilingi oleh dinding bata. Ada satu gerbang di dinding depan, disediakan khusus untuk raja dan dinding lainnya memiliki beberapa pintu masuk, masing-masing dengan tujuan tertentu.

Awalnya ada lebih dari 40 bangunan di dalam tembok, tetapi kebanyakan sekarang tinggal reruntuhan sebagai akibat dari operasi militer pada tahun 1885, 1947 dan 1968.

Di selatan sungai Perfume terdapat makam dinasti Nguyen. Struktur lainnya sepanjang kedua tepi sungai adalah bangunan yang terkait dengan kehidupan spiritualitas; Kuil, Pagoda dan Candi; tempat peribadatan dan pengorbanan.