Image by Ceetje
Categories Traveldraft Tags

Volubilis, Situs Romawi Kuno di Maroko

Meskipun tidak mengesankan dalam segi ukuran, misalnya seperti Pompeii atau Herculanium, Volubilis adalah salah satu situs terkaya di Afrika Utara, baik dari segi luas reruntuhannya dan juga bukti epigrafi yang diketemukan.

Meskipun tidak mengesankan dalam segi ukuran, misalnya seperti Pompeii atau Herculanium, Volubilis adalah salah satu situs terkaya di Afrika Utara, baik dari segi luas reruntuhannya dan juga bukti epigrafi yang diketemukan.

Volubilis adalah kota Romawi yang terletak di Afrika. Sekitar 58 km dari kota bersejarah Fez, 29 km dari kota Meknes, dan cukup dekat dengan Moulay Idriss Zerhoun yang merupakan salah satu situs umat Islam yang sangat penting di Maroko.

Kota Volubilis diperkirakan berkembang se-zaman dengan kota Kartago, kira-kira dibangun dan berkembang dari abad ke-3 SM. Kota seluas 42 hektar ini adalah ibu kota Mauratania yang pada masa itu merupakan provinsi dan wilayah pemukiman orang Romawi.

Volubilis Maroko
Image by Ceetje

Terletak di ketinggian 400 meter dan diapit dua sungai kecil Oued Fertassa dan Oued Khomane, situs kota tua ini juga dikelilingi oleh benteng yang dibangun pada tahun 168-169 Masehi.

Fitur dari reruntuhan kota mengungkapkan adanya dua bentuk topografi: daerah relatif datar di bagian Utara ke Timur yang dirancang menggunakan sistem hippodamian, serta daerah perbukitan kasar dari Selatan ke Barat yang memiliki pola bertingkat.

Dalam sejarahnya, kota Volubilis tidak ditinggalkan setelah kehilangan pijakan atas Romawi. Bahkan bahasa Latin bertahan selama berabad-abad dan tidak diganti sebelum orang-orang Arab menaklukkan Afrika Utara pada akhir abad ke-7. Kota kuno ini bahkan pernah menjadi ibu kota Dinasti Idrisiyyah.

Orang terus hidup di Volubilis selama lebih dari 1.000 tahun. Volubilis pertama kali ditinggalkan justru pada abad ke-18. Konon situs sengaja dibongkar agar bisa menyediakan bahan bangunan untuk pembangunan istana Moulay Ismail di Meknes.

Kendati kini Volubilis sebagian besar tinggal reruntuhannya saja, kita masih bisa melihat bagaimana struktur kota kuno ini memiliki keterkaitan dengan Romawi. Rasanya tidak akan ada kesulitan untuk membayangkan waktu telah berubah selama lebih dari 2.000 tahun.