Image by Diego Delso
Categories Traveldraft

Amphitheatre El Jem; Arena Gladiator di Tunisia

Amphitheatre El Jem menjadi saksi atas pengaruh [arsitektur] Romawi di benua Afrika. Terletak di dataran tengah Tunisia, arena gladiator itu berdiri bebas dari blok-blok batu, menjadi bukti kemakmuran kota Thysdrus (El Jem) dari abad ke-3 Masehi.

Amphitheatre El Jem menjadi saksi atas pengaruh [arsitektur] Romawi di benua Afrika. Terletak di dataran tengah Tunisia, arena gladiator itu berdiri bebas dari blok-blok batu, menjadi bukti kemakmuran kota Thysdrus (El Jem) dari abad ke-3 Masehi.

Amphitheatre El Jem berada dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1979. Ukurannya jika dtarik dari sumbu bagian terbesarnya adalah 148 meter dan sumbu yang paling kecil 122 meter.

Untuk kapasitas, Amphitheatre El Jem dengan barisan tempat duduk yang menjulang hingga ketinggian 36 meter ini mampu menampung hingga 35.000 penonton.

Amphitheatre El Jem Tunisia
Image by Wissem Miri

Dari sisi arsitekturnya, Amphitheatre adalah salah satu monumen yang tidak dibangun dengan menabrak bukit, tapi di bantaran tanah datar dan didukung oleh sistem lengkungan kompleks yang dirancang untuk menjadi salinan Colosseum Roma.

Daya tarik utama Amphitheatre Tunisia ini adalah karena model yang hampir sama persis dengan Colosseum di Roma. Sementara Colosseum memegang gelar untuk menjadi amfiteater Romawi terbesar, dari segi ukuran, Amphitheatre El Jem tidak terlalu jauh di belakangnya.

Wilayah tempat penonton dipisahkan menjadi beberapa bagian; kursi marmer berpodium disediakan untuk penduduk terhormat. Ada tempat terpisah untuk perempuan, dan kemudian barisan teras tanpa kursi digunakan oleh budak.

Pembedaan tempat yang berbeda–disesuaikan berdasarkan derajat dan status sosial masyarakat–dianggap metafora yang sempurna bagi pemerintah yang baik di Kekaisaran Romawi; untuk alasan yang sama, setiap orang tahu tempat mereka dan bisa duduk dengan tenang di Amphitheatre tanpa konflik.

Amphitheatre El Jem juga dilengkapi dengan gerbang, lorong dan ruang-ruang yang menentang tanah–ada ruang yang digunakan untuk prosesi, sementara sejumlah lorong dan empat elevator dulu digunakan untuk menaikkan binatang buas dan alat “peraga”.

Amphitheatre El Jem Tunisia
Image by Diego Delso

***

Kurang lebih ada sekitar 230 Amphitheatre dibangun di seluruh Kekaisaran Romawi dan ada dua amphitheatre terletak di El Djem–menjadi lebih terkenal karena perannya membintangi film Hollywood; “Gladiator”–salah satunya merupakan Amphitheatre terbesar ketiga di Kekaisaran, hanya dilampaui oleh Amphitheatre di Roma dan Capua.

Dalam pemahaman sejarah Afrika- Romawi, Amphitheatre El Jem merupakan tonggak penting. Pembangunan Amphitheatre di provinsi yang tidak begitu maju itu adalah karakteristik dari strategi propaganda kekaisaran Romawi.

Mengingat kebesaran strukturnya itu, Amphitheatre ini hanya akan menjadi biasa di bawah kesan bahwa amfiteater dibangun ketika Kekaisaran Romawi mengalami masa kemakmuran dan perdamaian.

Sementara tanggal yang tepat tentang kapan konstruksi amfiteater dimulai, belumlah pasti. Spekulasi yang banyak mendapat dukungan adalah sekitar 238 Masehi.

Sayangnya, tahun tersebut juga dikenal sebagai ‘Tahun Enam Emperors’, karena ada enam orang yang “diakui” sebagai kaisar Roma selama tahun tersebut, juga tercatat terjadi beberapa gejolak, peggulingan kekuasaan, hingga pemberontakan.

Amphitheatre El Jem mungkin telah digagas oleh kaisar Gordian I atau cucunya, Gordian III–juga salah satu dari enam kaisar tersebut. Namun beberapa pihak menduga bahwa bangunan yang nampaknya tidak diselesaikan pada beberapa bagian ini bisa menunjukkan bahwa Amphitheatre tersebut di bangun dengan kurangnya dana selain kekacauan politik di Kekaisaran.