Categories Traveldraft Tags

Kuil Dambulla; Arsitektur Buddha di Sri Lanka

Kuil Dambulla–juga dijuluki sebagai kuil emas Dambulla– dibangun dalam gua, digali langsung dengan tangan manusia. Dinding-dinding guanya dihiasi berbagai gambar Buddha. Di dalamnya dihuni ratusan patung, dirawat dan terpelihara.

Kuil Dambulla, juga dijuluki sebagai kuil emas Dambulla, dibangun dalam gua, digali langsung dengan tangan manusia. Dinding-dinding guanya dihiasi berbagai gambar Buddha. Di dalamnya dihuni ratusan patung, dirawat dan terpelihara.

Kota Dambulla terletak di Sri Lanka, 148 km sebelah tenggara Kota Colombo, dan 72 km sebelah utara Kota Kandy. Wilayah Dambulla merupakan bubungan batu kuarsit merah dan hutan kayu besi (Namal Uyana) terluas di Asia Selatan. Kawasan ini diperkirakan sudah dihuni oleh manusia sejak abad ke-3 SM.

Monumen terbesar di Dambulla adalah kompleks Kuil kuno yang masih terpelihara dengan baik hingga sekarang. Kompleks kuil Dambula ini bahkan disebut-sebut sebagai karya seni dan ekspresi terbaik dari nilai-nilai keagamaan Buddha di Sri Lanka, bahkan di Asia Selatan dan Tenggara.

Kuil dibangun dengan cara yang berbeda dengan pembangunan kuil gua lainnya seperti kuil gua Ajanta, Elephanta, Ellore dan Karla. Kuil gua tersebut kebanyakan merupakan kuil gua alami, sedangkan kuil gua Dambulla dibangun dengan cara menggali ceruk gua yang dangkal menjadi bilik gua yang luas dan dalam.

Dengan demikian, Kuil Dambulla merupakan kompleks kuil gua terbesar yang dibuat dengan cara menggali dinding gua. Selain sebagai salah satu kuil Buddha terpenting di Sri Lanka, Kuil Emas yang merupakan maha karya arsitektur bangunan Buddha aliran Kandy Sri Lanka yang telah berumur 18 abad.

Patung-patung dan lukisan dinding gua kuil Emas ini berasal dari abad pertama M. Namun mengalami perbaikan dan dilukis ulang pada abad ke-11, ke-12, dan ke-18 M.

***

Konon, Gua ini pernah menjadi tempat mengungsi Raja Valagamba (Raja Vattagamini Abhaya) selama 14 tahun masa pengasingan-nya dari Kerajaan Anuradhapura.

Para biksu Buddha biasanya menggunakan gua ini sebagai tempat meditasi  yang secara tidak langsung menjadi tameng hidup untuk melindungi sang raja dari musuh-musuhnya.

Akhirnya Raja Valagamba kembali merebut tahta Kerajaan Anuradhapura, dan kemudian ia memerintahkan pembangunan kuil batu di Dambulla sebagai bentuk rasa terima kasih kepada para biksu.