Image by Embassy of Jordan
Categories Traveldraft Tags

Makam Kuno di Yordania, Tambah Daftar Wisata Sejarah

Sebuah makam kuno yang ditemukan di tengah-tengah penggalian perluasan jaringan sanitasi di kota utara Beitras, akan menambah satu lagi tujuan wisata bersejarah di Yordania. Situs yang masih terus dikaji ini diperkirakan berusia 2000 tahun. Makam kuno di Yordania ini terdiri atas dua ruang, salah satu ruang yang lebih besar dihiasi lukisan timbul berupa kepala singa … Read more

Sebuah makam kuno yang ditemukan di tengah-tengah penggalian perluasan jaringan sanitasi di kota utara Beitras, akan menambah satu lagi tujuan wisata bersejarah di Yordania. Situs yang masih terus dikaji ini diperkirakan berusia 2000 tahun.

Makam kuno di Yordania ini terdiri atas dua ruang, salah satu ruang yang lebih besar dihiasi lukisan timbul berupa kepala singa dengan beberapa tulang manusia. Lukisan dan dekorasi dinding yang mengisi ruang menjadikan makam ini sangat unik dan menarik.

Lukisan dinding menggambarkan sosok manusia, kuda dan adegan-adegan mitologis, beberapa dari lukisan tersebut ada yang sudah terkikis, namun sebagian besar lukisan itu masih utuh dan dapat membawa kita ke dalam dunia sejarah mengenai upacara pemakaman masa lalu. Sedangkan di ruang yang lainnya hanya berisi dua buah batu makam tanpa artefak.

Makam Kuno di Yordania
Image by Embassy of Jordan

Lukisan yang paling menakjubkan adalah lukisan pohon anggur yang merambat, lukisan yang mewakili kehidupan sosial dan pertanian gaya klasik yang diperkirakan terjadi pada periode Helenistik.

Prasasti dan beberapa artefak yang ditemukan di makam kuno ini sedang memasuki tahap analisis untuk memberikan data yang lebih akurat mengenai waktu pembangunan makam dan untuk siapa makam ini dibangun.

Makam Kuno di Yordania
Image by Embassy of Jordan

Menteri Pariwisata dan Keantikan Yordania Linna Annab setelah kunjungannya ke situs tersebut menegaskan bahwa Dinas Purbakala akan terus melakukan penggalian, pengembangan serta mempersiapkan situs tersebut menjadi salah satu objek wisata yang dapat dikunjungi publik.

Sehubungan dengan nilai arkeologi yang terkandung pada makam, untuk saat Linna menegaskan bahwa makam masih belum dapat dibuka untuk publik karena masih harus dilakukan banyak tes untuk memastikan informasi lebih lanjut mengenai makna dari penemuan ini.

Dr. Munther Jamhawi selaku Direktur Jenderal Departemen Purbakala menunjukkan fakta bahwa kota Beitras merupakan salah satu kota Helenistik-Romawi, Dekapolis Kuno yang dikenal sebagai Capitolias pada waktu itu.

Kota ini juga pernah disebutkan dalam sebuah syair Arab sebagai lokasi unik yang di dalamnya terdapat teater peninggalan abad kedua dan sisa-sisa dari Gereja Bizantium (Byzantium) dengan gaya arsitektur yang kemudian digunakan selama era Islam dan secara khusus selama periode Umayyah awal.