Image by Rik Schuiling
Categories Traveldraft Tags

Ruins of Loropeni; Jaringan Pemukiman Benteng di Afrika

Ruins of Loropeni ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2009. Terletak dekat perbatasan Pantai Gading, Ghana dan Togo; Burkina Faso. Terdiri dari beberapa sisa pemukiman yang memiliki bangunan tinggi. Situs ini berbenteng-benteng dengan dinding batu laterit yang menjulang hingga enam meter. Berdasarkan dari hasil sebuah penelitian, reruntuhan ini diperkirakan setidaknya berumur 1.000 tahun. Awalnya, … Read more

Ruins of Loropeni ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2009. Terletak dekat perbatasan Pantai Gading, Ghana dan Togo; Burkina Faso. Terdiri dari beberapa sisa pemukiman yang memiliki bangunan tinggi. Situs ini berbenteng-benteng dengan dinding batu laterit yang menjulang hingga enam meter.

Berdasarkan dari hasil sebuah penelitian, reruntuhan ini diperkirakan setidaknya berumur 1.000 tahun. Awalnya, tempat ini merupakan pemukiman yang dihuni oleh bangsa Lohron atau Koulango. Mereka menguasai ekstraksi dan transformasi emas di wilayah tersebut dari abad abad pertengahan.

Penggalian dan penelitian menunjukkan bahwa reruntuhan berdinding di Loropéni ini, setidaknya dibangun pada abad ke-11 dan berkembang antara abad ke-14 hingga abad ke-17. Lebih jauh monumen UNESCO ini berperan sebagai bagian penting dari jaringan permukiman.

Ruins of Loropeni, Burkina Faso Africa
Image by Rik Schuiling

Ruins of Loropeni juga merupakan bagian terbaik dari sepuluh benteng serupa yang terdapat di daerah Lobi. Monumen yang merupakan bagian dari kelompok yang lebih besar dari sekitar seratus reruntuhan bangunan bebatuan.

Situs ini digadangkan sebagai bagian dari jaringan pemukiman yang berkembang dan pada saat yang sama juga digunakan sebagai wilayah perdagangan emas trans-Sahara. Di sisi lain, penulusuran sejarah masa itu mencerminkan kekuasaan, pengaruh serta hubungannya dengan pantai Atlantik.

Ruins of Loropeni memang diduga sebagai jenis pemukiman berbenteng yang banyak ditemukan di Afrika Barat, terkait dengan tradisi pertambangan emas, yang tampaknya telah bertahan dalam waktu setidaknya tujuh abad.

Keaslian pemukiman berbenteng ini maupun sebagai reruntuhan yang memiliki nilai hostoris sudah tidak diragukan lagi. Meskipun sejarah yang tepat dari Loropéni justru baru saja didapat dari penelitian baru-baru ini ketika keberadaannya mulai mendapat perhatian dunia.

Loropéni lebih lanjut mencerminkan jenis struktur yang sangat berbeda dari kota-kota berdinding yang sekarang ada di Nigeria, atau kota-kota hulu sungai Niger yang berkembang sebagai bagian dari kerajaan Ghana, Mali dan Songhai di masa berikutnya.

Reruntuhan Loropéni ini menjadi saksi yang luar biasa untuk sebuah perkembangan kebudayaan yang dihasilkan oleh perdagangan emas kala itu di Barat Afrika.