Pascatrauma, Perbedaan Anak laki-laki dan Perempuan

Munculnya wilayah otak yang mengintegrasikan emosi dan tindakan penderita Pascatrauma atau PTSD (post-traumatic stress disorder) ternyata lebih cepat berkembang pada anak perempuan dibanding laki-laki, studi baru ini diwartakan Stanford University School of Medicine (11/11). Anak-anak dan Remaja yang terkena stres akibat kejadian traumatis, beberapa akan mengembangkan Gangguan stres Pascatrauma atau PTSD. Mereka yang memiliki PTSD … Read more

Mekanisme Empati Pada Otak Manusia

Peneliti dari Oxford University dan University College London (UCL) telah mengidentifikasi mekanisme empati pada otak manusia, bagian dari otak manusia yang membantu kita belajar untuk menjadi baik kepada orang lain. Temuan ini sekurang-kurangnya dapat membantu memahami kondisi seperti psychopathy yang salah satunya adalah perilaku antisosial. Dalam laporan yang diterbitkan Jurnal PNAS (pnas.org) februari lalu, para … Read more

Kehilangan Pasangan dapat Memicu Masalah Jantung

Siapapun pasti setuju, kehilangan pasangan atau orang yang dicintai adalah salah satu ‘tantangan’ paling berat dalam hidup ini. Sebuah studi baru-baru ini bahkan melaporkan hal itu berpotensi meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular akut. Studi yang diterbitkan dalam Open Heart – a journal of The BMJ; openheart.bmj.com (5/4), menemukan hubungan risiko detak jantung tidak teratur—faktor kunci risiko … Read more

Ketidakpastian Picu Stress Dibanding Kepastian Sakit

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal online Nature Communications; nature.com (29/3) menunjukkan bahwa, tahu bahwa hal buruk akan terjadi lebih baik daripada tidak tahu hal itu akan terjadi atau tidak; ketidakpastian. Studi itu dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Institute of Neurology, University College London (UCL). Mereka meminta 45 relawan untuk bermain sebuah *game* komputer; permainan … Read more

Palliative Care dan Harapan Hidup Pasien Kanker

Para peneliti Jepang yang mempelajari pasien kanker stadium terminal dari tahun 2012-2014, menyimpulkan bahwa mereka yang memilih untuk Palliative Care di rumah hidup lebih lama daripada yang memilih meninggal di rumah sakit. Studi ini dilakukan oleh Japan Prognostic Assessment Tools Validation (J-ProVal) yang melakukan penelitian intensif terhadap 2.069 pasien penerima Palliative Care (perawatan paliatif)—perawatan yang … Read more