Gurita Masa Jurassic, Melihat Anatomi Cephalopoda

Ahli paleontologi biasanya kesulitan untuk menggambarkan anatomi hewan kuno jika hanya melihat fosil. Dengan kemajuan teknologi, kini mereka mampu memberi tahu kita bagaimana tampilan Cephalopoda, Gurita yang hidup 165 juta tahun lalu ketika masih hidup. Sangat sukar menemukan fosil Cephalopoda yang “baik”. Hal yang cukup berbeda jika kita berbicara belemnite, kerang Amon, dan hewan keras … Read more

Naga Lumpur; Temuan Fosil Dinosaurus dari Cina

Para ilmuwan menamai spesimen baru ini “Tongtianlong limosus” kurang lebih artinya “naga lumpur di jalan ke surga”–menggambarkan saat-saat terakhir sebelum kematiannya; terperosok di lumpur dengan anggota badan dan kepala ter-ulur, berjuang untuk melarikan diri. Diwartakan National Geographic (11/10), Fosil Dinosaurus jenis baru ini hampir hancur ketika pekerja kontruksi Cina menggunakan dinamit selama pembangunan dasar untuk … Read more

Protein Tertua 3,8 Juta Tahun dari Tanzania Utara

Sekelompok Ilmuwan dari University of York dilaporkan telah menemukan Protein tertua; 3,8 Juta Tahun, dari dalam Fosil Kulit telur. Fosil fragmen kulit telur itu berasal dari burung unta. Ditemukan di situs paleontologi di Tanzania utara. Metode DNA kuno telah digunakan untuk mengurutkan gen dari beberapa hewan seperti mammoth dan kuda–hingga yang berusia 700.000 tahun –tetapi … Read more

Mata Kail Kuno Berumur 23.000 Tahun dari Jepang

Temuan mata kail kuno terbuat dari cangkang kerang yang berumur sekitar 23.000 tahun di gua Sakitari, di pulau Okinawa, diyakini mampu mengungkap perkembangan teknologi maritim dari yang diperkirakan sebelumnya. Beberapa pihak telah menyebut bahwa apa yang ditemukan di Okinawa ini sebagai mata kail tertua di dunia. Arkeolog telah memastikan bahwa kail yang ditemukan di sebuah … Read more

Evolusi Manusia berkat Mengolah Daging, Ungkap Studi

Bagian yang paling membosankan dari kehidupan simpanse adalah mengunyah. Saudara jauh manusia itu harus menghabiskan 6 jam sehari, menggertakkan gigi-gigi mereka untuk makan buah dan kadang juga daging. Menurut peneliti, itu adalah gigi dan rahang yang sama dengan yang dahulu nenek moyang kita miliki. Jadi mengapa gigi dan rahang kita saat ini jauh lebih kecil? … Read more