Aksara Bali; Wianjana dan Panggangge
Published :

Mulai abad ke-16, orang Bali menciptakan karya sastra mereka sendiri, yang khas. Kemungkinan besar bahwa aksara Bali merupakan “turunan” dari aksara Jawa.

Syair agama dan sejarah hasil para pujangga Jawa pada kurun waktu abad ke-10 hingga ke-16, dibawa ke Bali untuk kemudian dikembangkan sesuai selera masyarakat Bali.

Penggunaan aksara Bali ini sejalan dengan perkembangan sastra-sastra Hindu klasik seperti Ramayana dan Mahabharata yang telah berkembang dan dituliskan pada daun tal terlebih dahulu di Jawa.