Tembang Macapat; Istilah, Sejarah, dan Perwatakan
Published :

Berkaitan dengan kata tembang, muncul kata macapat yang kemudian digabung menjadi “tembang macapat”.

Kata macapat diperkirakan bukan berasal dari bahasa Jawa Kuno atau Kawi dan bukan berasal dari bahasa Jawa Pertengahan atau Jawa Madya, melainkan dari bahasa Jawa Baru. Bahasa Jawa Baru adalah bahasa yang digunakan dalam karya sastra Jawa pada akhir abad ke-16 Masehi.

Kata tembang sebagai “nyanyian” bersinonim dengan kidung, Kakawih, dan gita. Kata Kakawih berasal dari kawi (bahasa Sansekerta) yang berarti “penyair”. Kakawih berarti “syair, gubahan, kidung, nyanyian” (Mardiwarsito, 1981 :274 ).